BREAKING

EKONOMI

Strategi Investasi Cerdas: ICMSS Edukasi Anak Muda Anti FOMO

Di tengah tren investasi yang semakin masif, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau sekadar ikut-ikutan menjadi ancaman nyata bagi investor pemula.

JAKARTA – Di tengah tren investasi yang semakin masif, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau sekadar ikut-ikutan menjadi ancaman nyata bagi investor pemula. Menjawab tantangan ini, gelaran internasional The 25th Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) hadir untuk memberikan literasi mendalam mengenai fundamental pasar modal bagi generasi muda.

Seminar bergengsi ini berlangsung pada 5—6 Februari 2026 di Jakarta dengan mengusung tema besar: “The Diverged Trajectory: Reinstating Sovereignty Through Global Disparity.”

Membangun Kedaulatan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian

Acara ini menjadi wadah krusial bagi mahasiswa dan praktisi muda untuk memahami arah baru ekonomi nasional. Pada hari pertama, diskusi menyoroti peran Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Ramos Randa Silvano Bangun (Senior Vice President Investments Danantara) bersama panelis ahli lainnya memaparkan bagaimana strategi pertumbuhan jangka panjang, pembiayaan proyek strategis, dan reformasi struktural menjadi pilar utama dalam menjaga daya saing Indonesia di pasar global yang tidak menentu.

Navigasi Pasar Saham: Resiliensi dan Inovasi

Selain membahas makroekonomi, ICMSS juga membedah ketahanan pasar ekuitas dalam sesi bertajuk “Broadening Horizons: Navigating Resilience in Indonesia’s Equity Market.” Para pakar menekankan bahwa stabilitas pasar sangat bergantung pada kebijakan regulator dan kecerdasan strategi investasi individu.

Poin penting yang ditekankan dalam diskusi ini meliputi: Pentingnya memahami profil risiko sebelum menaruh modal. Cara menjaga portofolio tetap stabil di tengah volatilitas. Investasi bukan sekadar angka, tapi inovasi yang selaras dengan nilai pribadi.

Melirik Emas dan Bullion Bank sebagai Instrumen Strategis

Memasuki hari kedua, ICMSS mengangkat topik menarik mengenai pembentukan Bullion Bank di Indonesia. Inisiatif ini dinilai strategis untuk memperkuat ekosistem emas nasional dan mendalamkan pasar keuangan.

Samahari Gumawan, Head of PVML Development Directorate, memberikan pesan khusus bagi para investor muda. Beliau menegaskan bahwa emas tetap menjadi investasi jangka panjang yang sangat potensial. Namun, ia memperingatkan anak muda agar: Memilih platform jual-beli emas yang kredibel dan terdaftar resmi. Memahami mekanisme keamanan dan penyimpanan. Tidak terjebak pada janji keuntungan instan tanpa analisis fundamental.

Harapan bagi Masa Depan Pasar Modal

ICMSS ke-25 diharapkan tidak hanya berhenti sebagai ajang diskusi, tetapi mampu memberikan insight nyata bagi para pemangku kebijakan dalam merumuskan regulasi pasar modal ke depan.

Bagi investor muda, pesan utamanya jelas: Kuasai fundamental, buang jauh-jauh sikap FOMO, dan jadilah investor yang berdaulat atas keputusan keuangannya sendiri.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts