BREAKING

EDUKASI

Era Baru! Nazaruddin Musa: Masjid Wajib Go Digital Sekarang

Nazaruddin Musa tegaskan pentingnya adaptasi digital bagi masjid. Mulai dari manajemen hingga dakwah, simak alasan masjid harus bertransformasi di sini!

BANDA ACEH – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, institusi keagamaan dituntut untuk tidak tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan zaman. Pakar manajemen masjid, Nazaruddin Musa, menekankan bahwa masjid harus beradaptasi dengan era digital agar tetap relevan dan efektif dalam menjalankan fungsi pelayanan umat di masa kini.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan transformasi tata kelola rumah ibadah yang lebih transparan, akuntabel, dan komunikatif.

Mengapa Masjid Harus Bertransformasi Digital?

Nazaruddin Musa menjelaskan bahwa adaptasi digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah kebutuhan strategis.

Penggunaan laporan keuangan berbasis aplikasi atau tampilan digital membantu meningkatkan kepercayaan jemaah terhadap pengelolaan dana infak dan sedekah.

Pemanfaatan media sosial dan streaming memungkinkan pesan-pesan keagamaan menjangkau audiens yang lebih muda dan luas, melampaui batas fisik dinding masjid.

Digitalisasi data jemaah dan inventaris masjid mempermudah pengurus (takmir) dalam mengambil kebijakan yang berbasis data (data-driven).

Langkah Praktis Menuju “Digital Mosque”

Menurut Nazaruddin, ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai diterapkan oleh pengurus masjid di Aceh maupun daerah lainnya:

Penerapan QRIS: Menyediakan kode QRIS untuk mempermudah jemaah memberikan donasi secara non-tunai.

Sistem Informasi Masjid: Membangun website atau aplikasi sederhana yang memuat jadwal kajian, laporan kas, hingga profil imam dan khatib.

Literasi Digital Pengurus: Memberikan pelatihan bagi para remaja masjid agar mampu mengelola konten digital yang positif dan edukatif.

Menjaga Marwah Masjid di Dunia Maya

Meskipun mendorong digitalisasi, Nazaruddin Musa juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kesantunan dan kesucian masjid dalam setiap konten yang dibagikan. Teknologi harus diposisikan sebagai alat ( tool ) untuk memperkuat syiar Islam, bukan justru menggeser esensi ibadah itu sendiri.

“Dunia digital adalah medan dakwah baru. Jika masjid tidak hadir di sana dengan konten yang berkualitas, maka ruang tersebut akan diisi oleh hal-hal yang kurang bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts