BREAKING

INTERNASIONAL

Mimpi Buruk! Mahasiswa India Terjebak Kerusuhan Bangladesh

Ribuan mahasiswa India terjebak dalam teror di tengah kerusuhan Bangladesh. Simak kesaksian memilukan dan kendala evakuasi yang mereka hadapi di tahun 2026.

SEANTERONEWS.com – Situasi di Bangladesh kian tak menentu seiring meluasnya kerusuhan sipil yang melumpuhkan negeri tersebut. Di tengah kekacauan ini, ribuan mahasiswa asal India yang sedang menempuh studi di sana melaporkan kondisi yang menyerupai “mimpi buruk“. Rasa takut yang mendalam kini mencekam asrama-asrama mahasiswa, seiring dengan terputusnya akses komunikasi dan ancaman kekerasan yang semakin mendekat.

Para mahasiswa asing kini berada di garis depan krisis kemanusiaan yang dipicu oleh ketidakstabilan politik di Bangladesh.

Banyak mahasiswa, terutama yang mengambil jurusan kedokteran di berbagai universitas di Dhaka dan kota-kota sekitarnya, kini mengunci diri di dalam kamar.

Pemadaman internet dan gangguan layanan telepon membuat mereka sulit menghubungi keluarga di India, menambah rasa cemas yang luar biasa bagi orang tua mereka di rumah.

Dengan adanya jam malam dan penutupan toko-toko secara paksa, stok makanan dan air bersih di asrama dilaporkan mulai menipis.

Mahasiswa menceritakan suara ledakan dan teriakan massa di luar gerbang kampus yang terdengar sepanjang malam, membuat mereka tidak bisa tidur karena khawatir massa akan menerobos masuk.

Pemerintah India melalui Kedutaan Besar di Dhaka telah mengeluarkan peringatan, namun proses evakuasi skala besar menghadapi kendala infrastruktur:

Perjalanan Darat Berisiko: Menuju perbatasan darat dianggap sangat berbahaya karena banyaknya barikade massa dan titik konflik di jalan raya utama.

Penerbangan Terbatas: Jadwal penerbangan internasional dari Bandara Dhaka tidak menentu, dengan pembatalan yang terjadi sewaktu-waktu akibat kondisi keamanan di area bandara.

Ketidakpastian Akademik: Selain faktor keselamatan, mahasiswa juga merasa tertekan secara mental karena masa depan pendidikan mereka yang kini menggantung akibat penutupan kampus dalam waktu yang tidak ditentukan.

Krisis ini menekan hubungan diplomatik antara New Delhi dan Dhaka. India didesak oleh publik dalam negeri untuk segera mengambil tindakan tegas guna memastikan keselamatan warga negaranya. Sementara itu, pihak otoritas di Bangladesh menyatakan tengah berupaya maksimal untuk melindungi area-area sensitif, termasuk kampus-kampus yang menampung warga negara asing.

“Kami hanya ingin selamat. Setiap kali mendengar suara tembakan di luar, jantung kami berdegup kencang. Kami berharap bisa segera pulang ke rumah,” ungkap salah satu mahasiswa.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts