SEANTERONEWS.com — Insiden tak mengenakkan dialami sejumlah relawan kemanusiaan yang membawa bantuan untuk korban bencana di Aceh, setelah mereka mengaku dipalak saat melintas di Palembang, Sumatera Selatan. Peristiwa ini menuai kecaman luas dari publik.
Relawan tersebut tengah dalam perjalanan membawa logistik bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat untuk disalurkan ke wilayah Aceh yang terdampak bencana.
Namun di tengah perjalanan, mereka mengaku dihentikan oleh oknum tertentu dan dimintai sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi maupun keamanan.
Aksi pemalakan itu dinilai mencederai nilai kemanusiaan, terlebih bantuan yang dibawa sepenuhnya ditujukan untuk korban bencana yang tengah membutuhkan pertolongan cepat.
Pengakuan relawan tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang kemarahan warganet yang menilai tindakan itu tidak bermoral dan melanggar hukum.
Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut dugaan pemalakan tersebut dan menindak tegas para pelaku.
Sejumlah aktivis kemanusiaan menilai insiden ini dapat menghambat semangat relawan dan memperlambat distribusi bantuan ke daerah terdampak bencana. acn.cc
Mereka juga meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan memastikan jalur distribusi bantuan kemanusiaan aman dari pungutan liar dan intimidasi.
Di sisi lain, relawan berharap kejadian serupa tidak terulang, mengingat solidaritas dan empati masyarakat sangat dibutuhkan dalam situasi darurat bencana.
Pengamat kebijakan publik menilai insiden ini mencerminkan lemahnya pengawasan di jalur distribusi bantuan lintas daerah yang seharusnya mendapat perlindungan khusus.
Publik kini menunggu langkah konkret aparat untuk memberikan kejelasan hukum serta menjamin keamanan relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan.[]











