BREAKING

INTERNASIONAL

BRICS Gelar Latihan Perang Besar-besaran, Mengapa India Memilih Mundur?

Simak analisis mengapa India menolak ikut latihan perang (wargames) BRICS 2026. Benarkah ada keretakan serius antara New Delhi, Beijing, dan Moskow?

SEANTERONEWS.com – Dunia internasional saat ini tengah menyoroti langkah besar dari blok ekonomi BRICS yang mulai merambah ke ranah pertahanan melalui latihan militer gabungan skala besar (Wargames). Namun, di tengah pamer kekuatan tersebut, absennya India memicu spekulasi panas mengenai soliditas internal organisasi yang digadang-gadang menjadi pesaing Barat ini.

Latihan perang ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi keamanan antaranggota, namun keputusan New Delhi untuk menarik diri telah mengirimkan pesan diplomatik yang kuat ke seluruh dunia.

Latihan ini bukan sekadar simulasi tempur biasa. Ada pesan simbolis dan strategis yang ingin disampaikan:

Tantangan terhadap Hegemoni NATO: BRICS ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan pertahanan kolektif yang mampu menjaga keamanan jalur perdagangan tanpa campur tangan Barat.

Kerja Sama Teknologi Militer: Ajang ini menjadi tempat berbagi teknologi sistem radar, rudal, dan kecerdasan buatan (AI) militer antarnegara anggota seperti China dan Rusia.

Keputusan Perdana Menteri India untuk tidak mengirimkan pasukannya memicu tanda tanya besar. Menurut para analis ada tiga alasan krusial:

Ketegangan Perbatasan dengan China: Hubungan India dan China di wilayah perbatasan Himalaya masih sangat rapuh. Berlatih perang bersama negara yang dianggap sebagai ancaman keamanan langsung dinilai tidak etis secara politik dalam negeri.

Keseimbangan Hubungan dengan Barat: India tetap mempertahankan hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan anggota Quad lainnya. Ikut serta dalam latihan militer yang dipimpin Rusia-China bisa merusak hubungan diplomatik New Delhi dengan Washington.

Kedaulatan Strategis: India ingin menegaskan bahwa BRICS adalah blok ekonomi, bukan aliansi militer formal seperti NATO.

Absennya India menunjukkan bahwa BRICS masih menghadapi jalan terjal untuk menjadi blok politik-militer yang kohesif. Meski demikian, bagi Rusia dan China, latihan ini tetap berjalan sebagai bukti bahwa mereka tidak terisolasi dan masih memiliki sekutu kuat di belahan dunia selatan.

India sedang memainkan permainan dua kaki yang sangat berisiko. Mereka ingin keuntungan ekonomi dari BRICS, tetapi tidak ingin terseret dalam poros militer anti-Barat.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts