BREAKING

BISNISTEKNOLOGI

Boeing 737 MAX 10 Akhirnya Masuk Tahap Final, Siap Terbang di 2026?

Raksasa kedirgantaraan dunia, Boeing, baru saja mencapai tonggak sejarah penting dalam perjuangan mereka memulihkan kepercayaan pasar.

Banda Aceh – Raksasa kedirgantaraan dunia, Boeing, baru saja mencapai tonggak sejarah penting dalam perjuangan mereka memulihkan kepercayaan pasar. Model terbesar dari keluarga 737, yakni Boeing 737 MAX 10, dikabarkan telah bergerak ke tahap sertifikasi berikutnya. Namun, meski ada kemajuan, pesawat ini masih harus menghadapi serangkaian rintangan teknis dan regulasi yang ketat.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Boeing untuk mengejar ketertinggalan dari pesaing utamanya, Airbus A321neo, yang saat ini mendominasi pasar pesawat lorong tunggal (narrow-body) berkapasitas besar.

Setelah melewati berbagai penundaan selama beberapa tahun terakhir, Boeing akhirnya mendapatkan lampu hijau dari regulator untuk melanjutkan pengujian sistem kritis.

Uji Terbang Intensif: Boeing telah mengumpulkan ribuan jam data terbang untuk membuktikan keamanan desain terbaru mereka.

Perbaikan Sistem: Fokus utama dalam tahap ini adalah memastikan integrasi sistem kontrol penerbangan yang lebih canggih guna mencegah insiden masa lalu terulang kembali.

Meski sudah melangkah maju, jalan menuju operasional komersial penuh tidaklah mudah. Beberapa tantangan besar yang masih membayangi:

Audit Ketat FAA: Federal Aviation Administration (FAA) menerapkan standar pengawasan yang jauh lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Isu Rantai Pasok: Masalah global pada ketersediaan komponen mesin dan material inti masih mengancam jadwal pengiriman unit kepada maskapai pemesan seperti United Airlines dan Delta.

Dokumentasi Keselamatan: Boeing harus menyelesaikan ribuan dokumen teknis tambahan sebelum sertifikat tipe akhir diterbitkan.

MAX 10 adalah senjata pamungkas Boeing untuk merebut kembali pasar maskapai berbiaya rendah (LCC) yang membutuhkan kapasitas kursi lebih banyak (hingga 230 kursi) dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

“Ini adalah pertaruhan besar bagi Boeing. Kegagalan atau penundaan lebih lanjut pada model MAX 10 bisa membuat mereka kehilangan kepercayaan dari pelanggan terbesar mereka secara permanen,” tulis analis industri dalam laporannya.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts