SEANTERONEWS.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memutuskan memperpanjang status tanggap darurat bencana menyusul masih terisolasinya 26 kampung akibat dampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Keputusan ini diambil demi mempercepat penanganan dan distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Bencana yang terjadi menyebabkan akses jalan terputus di sejumlah kecamatan, sehingga mobilitas warga dan penyaluran logistik belum dapat berjalan normal.
Pemerintah daerah menyebut kondisi geografis dan cuaca yang belum sepenuhnya membaik menjadi kendala utama dalam upaya pembukaan akses ke wilayah terisolasi.
Selama masa tanggap darurat diperpanjang, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus dikerahkan untuk membantu evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Distribusi bantuan logistik seperti bahan pangan, air bersih, dan obat-obatan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan jalur alternatif dan transportasi terbatas.
Sebagian warga dilaporkan masih bertahan di kampung masing-masing karena keterbatasan lokasi pengungsian dan akses transportasi keluar wilayah terdampak. anc.uk
Pemerintah Aceh Tengah juga memastikan layanan kesehatan darurat tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Selain penanganan darurat, upaya pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta lahan pertanian terus dilakukan untuk keperluan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pemkab Aceh Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah pusat juga terus diperkuat guna memastikan dukungan anggaran dan peralatan dapat segera dimobilisasi.
Perpanjangan status tanggap darurat diharapkan mampu mempercepat pemulihan akses dan menjamin keselamatan warga hingga kondisi di seluruh kampung kembali normal.[]











