SEANTERONEWS.com – Di tengah gejolak politik yang tak kunjung usai di Venezuela, nama Diosdado Cabello kembali mencuat sebagai tokoh kunci yang paling berpengaruh di lingkaran dalam Presiden Nicolás Maduro. Menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri sekaligus pemimpin milisi, Cabello bukan sekadar pejabat biasa; ia adalah arsitek keamanan yang menjaga rezim tetap berdiri kokoh.
Cabello dikenal sebagai sosok “nomor dua” yang memiliki kekuatan militer dan politik yang hampir menyaingi presiden sendiri.
Cabello adalah veteran gerakan Chavismo yang setia. Karier politiknya telah membentang selama puluhan tahun, mulai dari menjadi rekan seperjuangan mendiang Hugo Chávez hingga menjadi pelindung utama Maduro.
Bos Milisi: Cabello memegang kendali atas milisi sipil bersenjata yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi protes oposisi.
Menteri Dalam Negeri: Dengan jabatan ini, ia memiliki wewenang penuh atas kepolisian nasional dan badan intelijen, menjadikannya otoritas keamanan tertinggi di negara tersebut.
Ahli Propaganda: Melalui program televisinya, “Con el Mazo Dando”, ia secara rutin menyerang tokoh-tokoh oposisi dan membangun narasi pemerintah.
Analis politik menyebut Cabello sebagai “penegak hukum” Maduro. Saat tekanan internasional dan domestik meningkat, Cabello-lah yang memastikan loyalitas angkatan bersenjata dan mengoordinasikan tindakan keras terhadap pembangkang.
Kehadirannya di kabinet bukan sekadar pengisian posisi, melainkan simbol bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap ancaman apa pun. Ia adalah jembatan antara militer dan sayap sipil partai berkuasa (PSUV).
Sorotan internasional terhadap Cabello tidak lepas dari berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya, mulai dari pelanggaran hak asasi manusia hingga keterlibatan dalam jaringan gelap. Meskipun ia membantah keras semua tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda Barat, sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa terus membayangi langkahnya.
Bagi pendukungnya, ia adalah pelindung kedaulatan Venezuela dari campur tangan asing. Namun bagi kritikusnya, ia adalah wajah dari represi yang membuat demokrasi di Venezuela lumpuh.
Dengan kontrol ketat atas instrumen keamanan negara, posisi Cabello diprediksi akan semakin kuat sepanjang tahun 2026. Banyak yang percaya bahwa arah masa depan Venezuela tidak hanya ditentukan oleh Maduro, melainkan juga oleh keputusan-keputusan strategis yang diambil oleh Diosdado Cabello dari balik layar.[]











