SEANTERONEWS.com – Industri energi terbarukan Amerika Serikat kembali diguncang oleh langkah hukum terbaru dari Donald Trump. Mantan presiden sekaligus tokoh politik utama tersebut meluncurkan gugatan yang menargetkan proyek-proyek angin lepas pantai (offshore wind), dengan klaim mengejutkan bahwa turbin-turbin raksasa tersebut mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.
Gugatan ini menuduh bahwa pengembangan ladang angin di sepanjang pesisir Atlantik dapat mengganggu sistem radar militer, sonar kapal selam, dan jalur navigasi pertahanan negara.
Dalam dokumen hukum yang diajukan, tim kuasa hukum Trump berpendapat bahwa pemerintah saat ini telah mengabaikan peringatan dari elemen militer mengenai potensi gangguan teknologi yang disebabkan oleh struktur turbin baja berukuran masif. Gugatan ini menuntut penghentian segera seluruh konstruksi baru hingga tinjauan keamanan menyeluruh dilakukan.
“Kita tidak bisa mengorbankan keamanan garis pantai kita hanya demi ideologi energi hijau yang cacat,” ujar seorang juru bicara dari pihak penggugat dalam konferensi pers baru-baru ini.
Langkah hukum ini dianggap sebagai ancaman serius bagi ambisi iklim Amerika Serikat untuk mencapai emisi nol bersih. Sektor angin lepas pantai adalah pilar utama dari rencana transisi energi nasional. Jika gugatan ini berhasil, miliaran dolar investasi terancam hangus dan ribuan lapangan kerja hijau bisa menghilang dalam semalam.
Para aktivis lingkungan dan pakar energi berpendapat bahwa isu keamanan nasional hanyalah “tameng” untuk menghambat kemajuan energi terbarukan demi kepentingan industri bahan bakar fosil.
Meskipun Pentagon di masa lalu telah bekerja sama dengan pengembang energi untuk memastikan turbin tidak mengganggu operasi militer, gugatan Trump ini membawa perdebatan ke tingkat pengadilan federal. Para pengembang proyek menyatakan bahwa mereka telah melewati proses perizinan yang sangat ketat, termasuk peninjauan dari Departemen Pertahanan.
Keputusan pengadilan dalam kasus ini diprediksi akan menjadi preseden besar bagi masa depan energi bersih di Amerika Serikat menjelang dinamika politik di sisa tahun 2026.[]









