BREAKING

INTERNASIONALPOLITIK

Serbia Membara! Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Lawan Intimidasi Kampus Usai Tragedi Maut Stasiun Kereta Api

SEANTERONEWS.com – Gelombang protes besar kembali mengguncang Serbia pada Minggu (21/12/2025). Ribuan mahasiswa turun ke jalan-jalan di kota Belgrade untuk menyuarakan perlawanan terhadap tekanan dan intimidasi yang dilakukan pihak universitas menyusul tragedi runtuhnya atap stasiun kereta api di Novi Sad yang memakan korban jiwa.

Ketegangan meningkat setelah muncul laporan bahwa pihak administrasi universitas mencoba membungkam mahasiswa dan staf pengajar yang vokal menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kegagalan infrastruktur tersebut.

Para demonstran menuduh otoritas universitas berada di bawah tekanan politik untuk menghentikan gerakan protes mahasiswa.

Laporan mengenai mahasiswa yang diancam dikeluarkan atau diskors karena ikut serta dalam aksi solidaritas korban Novi Sad.

Larangan diskusi terbuka di lingkungan kampus mengenai penyebab teknis dan dugaan korupsi dalam proyek renovasi stasiun.

Mahasiswa menuntut agar institusi pendidikan tetap menjadi ruang netral dan merdeka, bukan alat untuk melindungi kepentingan politik tertentu.

Akar dari kemarahan ini bermula dari insiden runtuhnya kanopi beton di stasiun kereta api Novi Sad beberapa waktu lalu. Publik menuntut kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan proyek tersebut. Namun, alih-alih transparansi, warga justru merasa pemerintah dan institusi terkait mencoba menutupi fakta.

“Kami tidak hanya berjuang untuk korban di Novi Sad, kami berjuang untuk masa depan kami di mana universitas tidak takut pada kebenaran,” teriak salah satu orator di depan gedung Rektorat Universitas Belgrade.

Sejauh ini, otoritas pemerintah Serbia membantah adanya intervensi politik di dalam kampus. Namun, video yang beredar luas di media sosial menunjukkan kehadiran aparat keamanan yang ketat di sekitar area kampus, yang kian memicu persepsi adanya penindasan terhadap gerakan akar rumput ini.

Dunia internasional kini tengah menyoroti bagaimana Serbia menangani perbedaan pendapat ini, mengingat statusnya sebagai negara kandidat Uni Eropa yang diwajibkan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan akademik.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts