BREAKING

INTERNASIONALTEKNOLOGI

Koalisi Google & Meta Dukung Teknologi ‘Carbon Removal’ Berbasis Limbah

SEANTERONEWS.com – Di tengah meningkatnya tekanan global untuk mencapai target net-zero emission, sebuah koalisi yang didukung oleh raksasa teknologi dunia (Big Tech) baru saja mengumumkan dukungan besar bagi perusahaan rintisan (startup) yang fokus pada teknologi penghapusan karbon berbasis limbah biologis (biowaste carbon removal).

Mengubah Limbah Menjadi Penyelamat Planet Koalisi yang dikenal sebagai Frontier, beranggotakan perusahaan besar seperti Alphabet (Google), Meta, Stripe, Shopify, hingga McKinsey telah setuju untuk mendukung proyek inovatif yang mengubah limbah organik menjadi bentuk karbon stabil yang tidak akan terlepas ke atmosfer selama ratusan tahun.

Teknologi ini menggunakan sisa-sisa hasil pertanian atau limbah hutan (biomassa) yang biasanya membusuk dan melepaskan gas rumah kaca. Melalui proses kimiawi khusus, limbah tersebut “dikunci” menjadi produk yang aman bagi lingkungan, sekaligus membantu perusahaan teknologi besar mengompensasi jejak karbon mereka.

Mengapa Big Tech Begitu Tertarik? Bagi perusahaan teknologi, mencapai target ambisius “karbon negatif” tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Mereka membutuhkan teknologi yang terukur, dapat diverifikasi, dan bersifat permanen.

Berbeda dengan hutan yang bisa terbakar, karbon yang disimpan lewat teknologi biowaste ini bertahan jauh lebih lama.

Bahan baku berupa limbah tersedia melimpah di seluruh dunia.

Dukungan dari Frontier memberikan jaminan bagi pasar bahwa teknologi ini layak secara finansial dan lingkungan.

Target Masa Depan Investasi ini diharapkan dapat menurunkan biaya teknologi penghapusan karbon secara signifikan. Saat ini, harga per ton karbon yang dihapus masih tergolong mahal. Namun, dengan dukungan dana dan komitmen pembelian di muka dari raksasa teknologi, biaya tersebut diprediksi akan turun drastis pada tahun 2030, membuatnya terjangkau bagi industri lain.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa solusi krisis iklim tidak hanya datang dari energi terbarukan, tetapi juga dari inovasi cara kita mengelola limbah yang selama ini terabaikan.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts