SEANTERONEWS.com – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara resmi mengumumkan rencananya untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada bulan Oktober mendatang. Kunjungan ini disebut sebagai langkah penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara London dan New Delhi di berbagai bidang, termasuk perdagangan, teknologi, keamanan, serta energi hijau.
Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan bahwa India merupakan mitra utama Inggris di kawasan Asia dan memiliki peran besar dalam membangun stabilitas ekonomi global. Ia menyebut hubungan kedua negara harus berkembang lebih dinamis melalui kerja sama konkret yang saling menguntungkan. “Kami ingin membangun kemitraan abad ke-21 dengan India, yang berlandaskan kepercayaan, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi hijau,” ujarnya di London.
Kunjungan ini juga menjadi yang pertama bagi Starmer ke India sejak menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris. Agenda utama dalam lawatan tersebut mencakup pembahasan perjanjian perdagangan bebas (FTA) yang selama ini tertunda, peningkatan investasi teknologi antara kedua negara, serta kerja sama di bidang pendidikan dan energi terbarukan.
Sementara itu, Pemerintah India menyambut baik rencana kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Kedua negara diharapkan menandatangani beberapa nota kesepahaman (MoU) strategis selama pertemuan berlangsung di New Delhi.
Pengamat politik menilai, langkah ini menunjukkan tekad Inggris untuk memperluas pengaruh ekonominya di Asia setelah keluar dari Uni Eropa. Di sisi lain, India juga dinilai diuntungkan melalui peningkatan akses pasar dan peluang kerja sama teknologi tinggi dari Inggris.[]









