SEANTERONEWS.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh resmi menandatangani perjanjian pemanfaatan lahan di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja Lampulo dengan tiga investor strategis. Perjanjian ini ditujukan untuk memperkuat fungsi pelabuhan perikanan, meningkatkan nilai tambah hasil laut, dan menciptakan peluang usaha baru di sektor kelautan dan perikanan.
Menurut pejabat DKP Aceh, ketiga investor yang terlibat akan diberikan hak pemanfaatan lahan seluas tertentu di PPS Kutaraja Lampulo untuk berbagai kegiatan usaha perikanan seperti cold storage, pengolahan ikan, dan fasilitas pendukung logistik. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyimpanan dan kualitas hasil laut sehingga dapat bersaing lebih luas, termasuk ke pasar ekspor.
PPS Kutaraja Lampulo sendiri merupakan pelabuhan vital di Banda Aceh dengan lahan darat seluas 51,8 hektar dan fasilitas pendukung memadai. Lokasi ini dipandang sangat strategis karena memiliki akses laut yang baik serta potensi tinggi untuk komoditas ikan seperti tuna, cakalang, dan tongkol. Dengan kerja sama ini, pelabuhan diharapkan jadi pusat pengelolaan perikanan dari produksi hingga pemasaran.
Dinas Kelautan dan Perikanan menegaskan bahwa investasi ini tidak hanya akan membawa manfaat ekonomi, tapi juga sosial. Peningkatan fasilitas akan menyerap tenaga kerja lokal, memperbaiki distribusi hasil tangkapan nelayan, dan mengurangi kerugian akibat ikan cepat rusak. Infrastruktur seperti pendinginan dan fasilitas bongkar-muat yang efisien diyakini akan memperpendek rantai distribusi dan menjaga mutu ikan.
Langkah ini juga diiringi oleh dukungan pemerintah daerah serta kerangka regulasi yang memperhatikan kelestarian lingkungan—termasuk pengelolaan limbah perikanan, penggunaan energi bersih, dan pembatasan aktivitas yang berpotensi mencemari laut. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat nelayan dalam pengembangan ekonomi kelautan Aceh.
Dengan adanya perjanjian ini, PPS Kutaraja Lampulo diprediksi mampu memperkuat posisinya sebagai hub perikanan di Aceh dan Sumatra, sekaligus menjadi magnet investasi di sektor kelautan nasional.[]











