Sempat Hilang Kontak, WNI Asal Lhokseumawe Ditemukan di Tarhil Tabuk

BANDA ACEH – Kabar baik datang bagi keluarga M Ikhsan (25), seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Lhokseumawe, Aceh. Setelah sempat dikabarkan hilang kontak dan memicu kecemasan mendalam di tanah air, Ikhsan akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di Arab Saudi.
Kepastian mengenai keberadaan pemuda tersebut disampaikan langsung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, H Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, pada Selasa (22/9/2026). Berdasarkan informasi resmi tersebut, Ikhsan saat ini berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim/Tarhil) Tabuk, Arab Saudi.
Titik terang ini bermula ketika pihak keluarga melaporkan putusnya komunikasi dengan Ikhsan. Menanggapi laporan tersebut, Haji Uma bergerak cepat dengan melayangkan surat resmi permohonan penelusuran dan fasilitasi perlindungan kepada Kementerian Luar Negeri RI serta perwakilan diplomatik di Arab Saudi.
Menindaklanjuti laporan itu, tim KJRI Jeddah langsung bergerak melakukan pelacakan intensif serta berkoordinasi erat dengan Satuan Tugas (Satgas) Wilayah Tabuk. Pada fase awal penelusuran, Ikhsan sempat tercatat dengan status balagh hurub yakni laporan mangkir atau melarikan diri dari tempat kerja oleh pihak perusahaan.
Namun, hasil investigasi mendalam mengungkap fakta yang sesungguhnya. Ikhsan ternyata bukan melarikan diri dari tanggung jawab pekerjaannya. Ia justru diamankan dan ditempatkan di Tarhil Tabuk oleh pihak perusahaan setelah badan usaha tempatnya mengais rezeki mengalami kebangkrutan total. Kondisi finansial perusahaan yang kolaps membuat manajemen tidak mampu lagi membiayai proses pemulangan para pekerjanya kembali ke negara asal.
“Alhamdulillah, kita telah menerima kabar langsung dari KJRI Jeddah bahwa saudara kita M Ikhsan asal Lhokseumawe sudah ditemukan. Saat ini keberadaannya sudah dipastikan dan yang bersangkutan berada di Tarhil Tabuk,” ujar Haji Uma di Banda Aceh.
Rasa lega pun terpancar dari pihak keluarga dan pihak-pihak yang mengawal kasus ini. Haji Uma menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih mendalam kepada jajaran KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, Satgas Wilayah Tabuk, serta Kementerian Luar Negeri RI. Apresiasi khusus juga disematkan kepada Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu RI, Heni Hamidah, atas respons cepat dan koordinasi optimal dalam menangani insiden ini.
Sebagai langkah lanjutan, pihak perwakilan RI di Arab Saudi akan memproses kepindahan Ikhsan dari Tarhil Tabuk menuju Tarhil Syumaisi di Makkah guna menjalani tahapan administratif berikutnya sebelum dipulangkan secara resmi ke tanah air.[]