Wuling Air EV Bermasalah Lagi Setelah Diservis, Ini Keluhan Pemiliknya

Jakarta — Keluhan terhadap layanan purnajual Wuling Air EV muncul di media sosial. Seorang pemilik mengaku kendaraannya mengalami gangguan berulang, meski telah menjalani perbaikan di bengkel resmi Wuling. Bahkan, setelah mobil diserahkan kembali, kendaraan tersebut disebut kembali mati hingga beberapa kali.
Keluhan itu disampaikan akun facebook Swastik*** yang diunggah di grup Facebook Wuling Air EV Lovers Community, Sabtu (31/10/2026).
Dalam unggahannya, pemilik menceritakan bahwa mobil listrik yang dibeli pada Oktober 2022 tersebut mulai mengalami masalah pada Agustus 2026.
“Wuling Air EV sangat mengecewakan. Beli Oktober 2022, lalu pada bulan Agustus 2026 baterai sudah harus diganti, mati di tengah jalan dan tidak ada power sama sekali,” tulis pemilik dalam unggahannya, yang dilohat Minggu (1/11/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa proses penanganan kendaraan di bengkel resmi Wuling Pondok Indah berlangsung cukup lama. Menurut pengakuannya, mobil harus menginap di bengkel selama tiga bulan sebelum akhirnya dikenakan biaya sekitar Rp2,4 juta.
“Selama di bengkel, saya dikenakan biaya Rp2,4 juta karena sekaligus disuruh servis berkala 80.000 kilometer dan ganti aki,” ungkapnya.
Namun, persoalan belum selesai setelah kendaraan diserahkan kepada pemilik pada 22 Oktober 2026. Lima hari berselang, tepatnya 27 Oktober, mobil tersebut kembali mengalami gangguan. Kali ini, pemilik menyebut aki mengalami kerusakan meskipun baru diganti, disertai munculnya indikator kerusakan lain.
“Unit saya ambil pada 22 Oktober, baru dipakai sebentar, mati lagi di tanggal 27 Oktober. Akinya rusak dan ada indikator kerusakan lain, padahal aki baru diganti,” tulisnya.
Pemilik mengaku sempat memanggil teknisi untuk melakukan pemeriksaan. Kendaraan berhasil dinyalakan, tetapi beberapa jam setelah teknisi meninggalkan lokasi, mobil kembali tidak dapat dioperasikan.
Gangguan tersebut diklaim berulang hingga tiga hari berturut-turut. Kondisi itu membuat kendaraan tidak bisa digunakan, bahkan tertahan di area kantor pemilik.
“Besoknya terulang lagi. Sampai tiga hari berturut-turut aki mati, panggil teknisi, lalu malamnya mati lagi. Padahal posisi mobil lagi di kantor. Jadi tiga hari mobil ini tidak bisa keluar dari kantor,” lanjutnya.
Selain masalah teknis, pemilik juga menyampaikan keluhan mengenai respons layanan pelanggan Wuling. Ia menilai kecepatan penanganan belum konsisten, sementara teknisi disebut belum kunjung datang ketika kendaraan kembali mengalami masalah.
“Respons Wuling Center kadang cepat, kadang lambat. Hari ini masih mati akinya dan teknisinya tidak kunjung datang. Hal ini sangat mengecewakan,” tulis pemilik.
Kejelasan Diagnosis Menjadi Hal Penting
Keluhan tersebut menyoroti pentingnya proses pemeriksaan menyeluruh ketika kendaraan listrik mengalami gangguan berulang, terlebih setelah menjalani perbaikan di bengkel resmi.
Perlu dipahami, baterai utama bertegangan tinggi (high-voltage battery) dan aki 12 volt merupakan dua komponen berbeda. Baterai utama berfungsi menyimpan energi untuk menggerakkan motor listrik, sedangkan aki 12 volt memasok kebutuhan kelistrikan tegangan rendah.
Karena itu, penyebab gangguan pada unit yang dikeluhkan belum bisa dipastikan hanya berdasarkan unggahan tersebut.
Diperlukan hasil pemeriksaan teknis untuk mengetahui apakah masalah berasal dari aki 12 volt, sistem pengisian, kelistrikan, atau komponen lainnya.
Di sisi lain, kasus ini juga menjadi perhatian terhadap kualitas layanan purnajual kendaraan listrik. Ketepatan diagnosis, transparansi biaya, kecepatan respons teknisi, serta kepastian penyelesaian masalah menjadi aspek penting bagi konsumen.
Hingga artikel ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi Wuling mengenai keluhan spesifik tersebut. Klarifikasi perusahaan diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan, hasil pemeriksaan bengkel, serta langkah penyelesaian yang diberikan kepada pemilik kendaraan.(*)