Cara Merawat Mobil Selama Musim Hujan, Jangan Abaikan Ban dan Wiper

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Jakarta — Musim hujan tiba, pemilik kendaraan perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi mobil. Air hujan, lumpur, jalan licin, hingga genangan dapat memengaruhi kebersihan dan kinerja sejumlah komponen.

Karena itu, perawatan mobil selama musim hujan tidak cukup hanya dengan mencuci bodi, tetapi juga memastikan bagian penting kendaraan tetap berfungsi dengan baik.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi ban, sistem pengereman, wiper, dan lampu. Komponen tersebut berperan penting ketika mobil digunakan di tengah hujan, terutama saat jarak pandang terbatas dan permukaan jalan menjadi licin.

Pemeriksaan secara berkala dapat membantu pemilik kendaraan mengetahui potensi masalah sebelum mengganggu perjalanan.

“Pastikan karet wiper baik. Jika kondisi karet wiper sudah keras maka sebaiknya diganti agar berfungsi membersihkan kaca mobil,” tulis Mitsubishi Motors Indonesia dalam situs resminya yang dilihat Rabu (28/10/2026).

Selain wiper, ada beberapa langkah perawatan mobil musim hujan yang perlu dilakukan agar kendaraan tetap nyaman digunakan dan risiko gangguan selama perjalanan dapat dikurangi.

Periksa Ban dan Sistem Pengereman

Ban menjadi salah satu komponen utama yang harus diperiksa sebelum mobil digunakan saat hujan. Pastikan alur ban masih memadai untuk membantu membuang air dari permukaan jalan.

Periksa pula tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, serta pastikan tidak ada retakan atau benjolan pada dinding ban.

Ban yang aus dapat mengurangi kemampuan mencengkeram jalan basah dan meningkatkan risiko kehilangan kendali.

Pengemudi juga perlu mewaspadai aquaplaning, yaitu kondisi ketika lapisan air membuat ban kehilangan kontak yang memadai dengan permukaan jalan.

Sistem pengereman tidak kalah penting. Periksa kondisi kampas rem, cakram atau tromol, serta minyak rem sesuai jadwal perawatan kendaraan.

Jika muncul suara tidak biasa, pedal terasa berbeda, atau kemampuan pengereman menurun, segera lakukan pemeriksaan di bengkel.

Hyundai Mobil Indonesia melalui situs resminya juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi rem saat memasuki musim hujan, termasuk mengenali perubahan respons pengereman dan kondisi minyak rem.

Pastikan Wiper, Kaca, dan Lampu Berfungsi

Wiper yang sudah getas atau meninggalkan garis air dapat mengganggu pandangan pengemudi. Jika kemampuan menyapu air menurun, sebaiknya ganti bilah wiper.

Pastikan pula cairan pembersih kaca tersedia agar kotoran yang menempel dapat dibersihkan dengan baik.

Kondisi kaca juga perlu diperhatikan. Kaca yang kotor atau berjamur dapat mengganggu visibilitas, terutama ketika terkena sorotan lampu kendaraan lain pada malam hari. Bersihkan kaca secara berkala dan gunakan produk pembersih yang sesuai.

Selanjutnya, periksa lampu utama, lampu belakang, lampu rem, dan lampu sein. Seluruh lampu harus berfungsi dengan baik agar pengemudi dapat melihat kondisi jalan sekaligus memberi isyarat kepada pengguna jalan lain.

Jangan Biarkan Air Hujan dan Lumpur Menempel

Merawat mobil selama musim hujan juga mencakup kebersihan bodi dan bagian kolong. Air hujan yang bercampur debu atau lumpur dapat meninggalkan noda jika dibiarkan mengering. Kotoran yang menumpuk di kolong juga sebaiknya dibersihkan secara berkala.

Setelah mobil digunakan menerobos hujan, bilas bagian bodi dan kolong jika terdapat lumpur atau kotoran yang menempel. Gunakan sampo khusus kendaraan dan lap bersih agar proses pembersihan tidak menimbulkan goresan pada cat.

Periksa pula karet pintu dan jendela. Jika terdapat bagian yang retak, getas, atau tidak lagi rapat, air berpotensi masuk ke kabin. Segera perbaiki jika ditemukan kebocoran agar karpet dan interior tidak terus-menerus lembap.

Hindari Menerobos Genangan yang Tidak Diketahui Kedalamannya

Genangan air menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai saat musim hujan. Air yang terlalu tinggi dapat masuk ke saluran udara mesin atau mengganggu sistem kelistrikan, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan serius.

Jika kedalaman genangan tidak diketahui, lebih baik mencari jalur alternatif. Jangan memaksakan diri melintas hanya karena kendaraan lain terlihat mampu melewatinya.

Apabila mobil terlanjur mogok setelah melewati genangan, jangan langsung menyalakan mesin kembali. Mintalah bantuan dan pemeriksaan teknisi.

Selain itu, pengemudi perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menghindari pengereman dan perubahan arah secara mendadak di jalan basah.

Perawatan Rutin Membantu Mengurangi Risiko

Perawatan mobil musim hujan sebaiknya dilakukan secara berkala, bukan hanya ketika kendaraan mulai menunjukkan masalah.

Pemeriksaan ban, rem, wiper, lampu, kebersihan kolong, dan kondisi karet pintu dapat membantu menjaga kendaraan tetap layak digunakan.

Jika ditemukan kerusakan atau gejala yang tidak biasa, lakukan pemeriksaan di bengkel sesuai kebutuhan. Dengan perawatan yang tepat dan cara berkendara yang lebih hati-hati, pemilik kendaraan dapat mengurangi risiko gangguan selama musim hujan sekaligus menjaga kondisi mobil untuk penggunaan jangka panjang.(*)