Alasan Ban Mobil Listrik Lebih Baik Pakai Gas Nitrogen

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

JAKARTA — Penggunaan gas nitrogen untuk pengisian ban kendaraan, khususnya mobil listrik (electric vehicle / EV), kian marak dipilih oleh para pemilik kendaraan. Karakteristik dasar mobil listrik yang dibekali paket baterai berbobot berat serta tuntutan tekanan udara yang cenderung tinggi menuntut kestabilan tekanan udara ekstra pada roda.

Lantas, apa sebenarnya alasan teknis serta manfaat penggunaan nitrogen pada ban mobil listrik dibandingkan pengisian udara biasa?

Molekul Lebih Besar dan Stabilitas Tekanan

Head of Original Equipment (OE) Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, Fisa Rizqiano, menjelaskan bahwa gas nitrogen memiliki karakteristik molekul yang lebih stabil terhadap perubahan suhu di jalanan.

“Nitrogen itu kan dia mempunyai unsur molekul yang lebih besar. Terus lebih tahan terhadap panas, jadi enggak gampang mengembang. Tekanan udara jadi lebih stabil,” ujar Fisa, Senin (27/10/2026).

Fisa menambahkan, udara biasa masih mengandung uap air yang mudah memuai saat suhu ban meningkat akibat gesekan dengan aspal. Sementara itu, kandungan murni pada nitrogen dapat meminimalkan risiko pemuaian berlebih, sehingga karakter elastisitas dan stabilitas berkendara tetap terjaga.

Pemeriksaan Rutin Tetap Wajib Dilakukan

Di sisi lain, R&D Testing & Proving Ground Karawang Dept. Head PT Gajah Tunggal Tbk (GT Radial), Agus Mulyono, mengungkapkan bahwa penggunaan nitrogen maupun udara biasa sejatinya sama-sama dapat diaplikasikan pada ban mobil listrik.

Namun, ia mengingatkan bahwa keunggulan nitrogen yang tidak gampang memuai tidak lantas membuat pemilik kendaraan bisa mengabaikan kontrol perawatan berkala.

“Udara biasa maupun nitrogen dapat digunakan, yang terpenting adalah pemeriksaan berkala dengan alat ukur yang akurat saat ban dingin. Penggunaan nitrogen tidak menghilangkan kebutuhan pemeriksaan rutin,” tegas Agus.

Dengan demikian, pengisian nitrogen dapat menjadi opsi yang sangat berguna untuk mempertahankan tekanan angin ban mobil listrik agar tidak gampang berubah akibat suhu panas. Meski begitu, pengecekan tekanan udara secara berkala sesuai panduan pabrikan tetap menjadi syarat mutlak demi menjaga keamanan berkendara serta usia pakai ban.