Perkuat Pendekatan Kultural dan Spiritual, Jajaran Polres Pidie Jaya Rangkul Warga Lewat Safari Subuh

TRIENGGADENG – Suasana fajar di Gampong Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diwarnai kehangatan kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Menembus dinginnya waktu subuh, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., hadir membaur di barisan saf salat berjamaah di Masjid Jamiq Kuba, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan bertajuk Safari Subuh Keliling ini dimulai sejak pukul 04.45 WIB. Turut mendampingi Kapolres, deretan Pejabat Utama (PJU) yang terdiri atas para Kepala Bagian (Kabag), Kepala Satuan (Kasat), Kepala Seksi (Kasi), jajaran perwira staf, personel polres, serta jajaran anggota dari Polsek Trienggadeng.
Ibadah salat Subuh berjamaah tersebut dipimpin langsung oleh Imam Masjid Jamiq Kuba, Tgk. Muhammad Ridani. Selepas penyerahan doa dan lantunan salawat bersama, ruang masjid beralih menjadi arena dialog interaktif yang santai namun bermakna antara kepolisian dan sekitar 200 warga yang hadir memenuhi ruangan masjid.
Keluarga Jadi Garda Depan Ketertiban Lingkungan
Dalam amanat kamtibmas yang disampaikannya, AKBP Tendri Wardi menggarisbawahi bahwa pemeliharaan keamanan daerah tidak bisa dipikul oleh aparat kepolisian seorang diri. Stabilitas dan ketenteraman masyarakat berpijak kuat pada ketahanan institusi terkecil, yaitu keluarga.
Secara khusus, perwira menengah Polri ini mengetuk kesadaran para orang tua agar lebih waspada terhadap dinamika pergaulan anak-anak usia remaja. Menurutnya, proteksi dini dari ancaman kenakalan remaja, bahaya narkoba, hingga pengaruh negatif lingkungan luar harus berakar dari pengawasan penuh kasih sayang di rumah.
“Kondusivitas wilayah bukan semata-mata tanggung jawab aparat berseragam. Peran aktif para orang tua dan keterlibatan masyarakat di lingkungan tempat tinggal merupakan benteng pertahanan paling mendasar dalam membentengi moral serta masa depan anak-anak kita,” tutur Tendri di hadapan para jemaah.
Wujud Kemanunggalan Polri yang Humanis
Agenda keagamaan ini turut dihadiri oleh Geuchik Gampong Kuta Pangwa Bahktiar, jajaran lembaga adat Tuha Peut Gampong, aparatur desa, serta tokoh pemuda setempat.
Bagi institusi Polres Pidie Jaya, program Safari Subuh bukan sekadar menunaikan kewajiban religius, melainkan instrumen komunikasi dua arah yang sangat efektif. Melalui momentum informal selepas ibadah, aparat dapat mendengar keluhan, menyerap aspirasi riil warga, serta memetakan potensi gangguan ketertiban secara akurat dari sudut pandang masyarakat akar rumput.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen korps Bhayangkara untuk menampilkan postur kepolisian yang sejuk, humanis, dan menyatu dalam denyut spiritualitas warga Aceh. Seluruh rangkaian kegiatan Safari Subuh berakhir sekitar pukul 06.00 WIB dalam suasana yang hangat, tertib, dan kondusif.[]