Apel Kebangsaan Pidie: Solidkan Kesiapsiagaan Bencana

PIDIE – Menghadapi dinamika alam dan potensi cuaca ekstrem yang kerap memicu bencana, kesolidan antar-elemen bangsa menjadi benteng pertahanan utama. Menyadari urgensi tersebut, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pidie bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sukses menyelenggarakan Apel Kebangsaan Indonesia Damai sekaligus Gelar Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.
Kegiatan strategis ini dilangsungkan secara khidmat di pelataran Gedung Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, pada Rabu (9/9/2026).
Mengangkat tajuk utama “Bersatu dalam Kebangsaan, Sigap Menghadapi Bencana”, apel akbar ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi institusional. Lebih dari itu, forum ini didesain sebagai wadah konsolidasi untuk merapatkan barisan dalam merawat kondusivitas wilayah, sekaligus menajamkan insting mitigasi kebencanaan jajaran aparatur negara di Kabupaten Pidie.
Inspeksi Kesiapan Armada dan Personel
Rangkaian acara tidak berhenti pada prosesi seremonial semata. Usai pelaksanaan apel, Kapolres Pidie bersama para pimpinan daerah turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi menyeluruh. Pengecekan ini difokuskan pada dua aspek krusial: kesiapan fisik dan mental personel, serta kelayakan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana.
Satu per satu armada taktis, perahu karet evakuasi, perlengkapan medis darurat, hingga alat berat pendukung kelancaran mobilitas diperiksa kelayakannya. Langkah preventif ini dilakukan pemerintah dan aparat kepolisian guna menggaransi bahwa seluruh instrumen penyelamatan berada dalam kondisi prima (ready to use) dan dapat bermanuver cepat saat situasi darurat terjadi.
Sinergi Lintas Sektoral sebagai Kunci
Keberhasilan konsolidasi ini merupakan buah dari komunikasi yang harmonis antar-instansi. Gelar pasukan ini melibatkan kolaborasi masif dari berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pidie, prajurit TNI, personel Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan kemanusiaan, hingga partisipasi aktif tokoh masyarakat sipil.
Bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, manajemen bencana bukanlah tugas sektoral yang bisa dipikul sendirian. Melalui momentum apel kebangsaan ini, diharapkan sekat-sekat birokrasi dapat dilebur menjadi sebuah sistem komando tanggap darurat yang efisien.
Dengan terbangunnya sinergitas yang solid antara aparatur negara dan warga sipil, Kabupaten Pidie menaruh optimisme tinggi untuk mampu bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya damai secara sosial, tetapi juga tangguh dan berdaya lenting tinggi (resilien) dalam merespons setiap ancaman bencana alam di masa mendatang.[]