BNN Ringkus Buronan Sabu 98 Kg di Kampung Bahari

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

JAKARTA – Aparat gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara berhasil meringkus seorang buronan (DPO) kasus narkotika dalam operasi penindakan di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Penangkapan ini merupakan pengembangan dari kasus peredaran sabu seberat 98 kilogram yang diungkap pada tahun sebelumnya.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol. Roy Hardy Siahaan, membenarkan bahwa operasi di salah satu titik rawan narkotika di Jakarta Utara tersebut membuahkan hasil. “Iya, tadi ada penindakan di Kampung Bahari. Salah satu yang diamankan adalah DPO kasus narkotika tahun lalu dengan barang bukti 98 kg sabu,” ujar Roy saat dikonfirmasi.

Proses penangkapan tersangka di Kampung Bahari dilaporkan berlangsung cukup tegang. Saat petugas gabungan mencoba memasuki kawasan permukiman untuk menjemput target operasi, sempat terjadi upaya penghalangan dari sekelompok warga setempat. Warga berupaya menghalau petugas yang hendak melakukan penangkapan.

Meskipun dihadapkan dengan situasi yang kurang kondusif, aparat gabungan tetap bertindak sigap dan persuasif untuk memastikan target operasi dapat diamankan. Operasi tetap berjalan sesuai prosedur hingga target berhasil dibawa ke luar kawasan tersebut.

Keberhasilan menangkap DPO dalam kasus barang bukti sabu 98 kilogram ini dinilai menjadi “kunci” penting bagi penyidik untuk mengurai jaringan peredaran narkotika yang lebih besar. BNN tidak hanya berhenti pada penangkapan ini, tetapi terus melakukan pengejaran terhadap pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterlibatan dalam sindikat tersebut.

“Penangkapan ini adalah bagian penting dari komitmen kami untuk terus memburu jaringan yang belum terungkap. Kami masih mendalami peran tersangka ini serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam rantai peredaran narkoba tersebut,” tambah Roy.

Kampung Bahari memang telah lama menjadi sorotan aparat penegak hukum terkait peredaran narkotika. Penindakan berkelanjutan ini membuktikan bahwa pengawasan dan penegakan hukum di kawasan tersebut tetap menjadi prioritas aparat keamanan.

Hingga saat ini, BNN dan Polda Metro Jaya belum merilis identitas lengkap tersangka maupun kronologi detail penangkapan karena proses penyidikan masih terus berlangsung. Publik menaruh harapan besar agar pengungkapan tersangka baru ini mampu menjadi titik awal bagi kepolisian untuk memutus mata rantai peredaran narkoba secara tuntas di ibu kota.[]