Mitsubishi XForce Hybrid vs Toyota Yaris Cross Hybrid, Mana Lebih Unggul?

SEANTERONEWS.com – Pasar SUV ringkas berbasis elektrifikasi di Indonesia semakin bergairah. Setelah sukses hadir dengan mesin konvensional, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) resmi melengkapi lini produknya dengan meluncurkan Mitsubishi XForce Hybrid.
Kehadiran model HEV (Hybrid Electric Vehicle) tersebut langsung mempertemukannya dengan rival kuat yang lebih dulu hadir di pasar, yakni Toyota All New Yaris Cross Hybrid. Keduanya menawarkan teknologi ramah lingkungan dengan pendekatan berbeda dari sisi desain, fitur, hingga utilitas.
Lantas, bagaimana perbandingan spesifikasi kedua SUV hybrid ringkas tersebut?
Eksterior dan Dimensi: Karakter SUV Modern yang Tangguh
Secara visual, Mitsubishi XForce Hybrid mempertahankan bahasa desain generasi sebelumnya, namun mendapat sejumlah penyegaran khusus untuk varian HEV.
Identitas kendaraan hybrid terlihat dari aksen baru pada gril depan, desain pelek 18 inci khusus varian HEV, roof garnish, serta lampu belakang dengan aksen clear smoke. Selain itu, emblem HEV di bagian depan dan emblem Hybrid EV di sisi bodi semakin menegaskan statusnya sebagai kendaraan elektrifikasi.
Dari sisi dimensi, XForce Hybrid memiliki postur cukup besar di kelasnya dengan panjang 4.390 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.650 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) 2.650 mm.
Sementara itu, Toyota Yaris Cross Hybrid mengusung konsep desain “Solid & Dynamic”. Eksteriornya tampil dengan karakter gagah melalui garis bodi yang tegas.
Bagian depan dilengkapi gril trapesium atas dan bawah dengan ukuran berbeda yang berpadu dengan lampu LED DRL. Untuk ukuran bodi, Yaris Cross Hybrid memiliki panjang 4.310 mm, lebar 1.770 mm, tinggi 1.615 mm, serta wheelbase 2.620 mm.
Di atas kertas, Mitsubishi XForce Hybrid sedikit unggul dari sisi dimensi karena memiliki bodi lebih panjang, lebih lebar, lebih tinggi, serta jarak sumbu roda lebih panjang dibanding Toyota Yaris Cross Hybrid.
Kabin dan Fitur Kenyamanan: Sama-sama Mengusung Atap Kaca
Masuk ke bagian interior, kedua SUV hybrid ini sama-sama mengandalkan fitur atap kaca untuk menghadirkan kesan premium dan ruang kabin yang lebih luas.
Mitsubishi XForce Hybrid dilengkapi panoramic glass roof yang membuat kabin terasa lebih terang. Pada bagian dasbor terdapat layar interaktif berukuran 12,3 inci dengan fitur Energy Flow untuk memantau aliran tenaga kendaraan secara real-time.
Kenyamanan kabin juga didukung sistem audio premium Dynamic Sound Yamaha Premium dengan delapan speaker, wireless charger, ambient light, serta fitur praktis Electric Power Tailgate.
Toyota Yaris Cross Hybrid juga menawarkan pengalaman kabin premium melalui fitur Panoramic Glass Roof with Power Sunshade. Area kokpit dirancang dengan konsep driver oriented yang berfokus pada panel instrumen digital TFT berukuran 7 inci.
Nuansa mewah hadir melalui penggunaan panel soft dashboard berukuran lebar, aksen black piano finish, serta ornamen satin.
Kursi Yaris Cross Hybrid menggunakan kombinasi bahan fabric dan kulit sintetis yang mampu mengurangi panas, dilengkapi jahitan benang biru bernuansa sporty serta fitur Electric Seat Adjuster pada kursi pengemudi.
Untuk akses bagasi, XForce Hybrid mengandalkan Electric Power Tailgate, sedangkan Yaris Cross Hybrid memiliki fitur Power Back Door with Kick Sensor yang memberikan kemudahan saat membuka bagasi.
Performa Hybrid: Adu Efisiensi dan Tenaga
Dari sisi mesin, kedua SUV ini menawarkan pendekatan teknologi hybrid yang berbeda.
Mitsubishi XForce Hybrid menggunakan mesin bensin 1.6 liter DOHC MIVEC berkode 4A92 yang dipadukan dengan motor listrik.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 105,5 Tk dengan torsi 134 Nm. Sementara motor listrik mampu menghasilkan tenaga hingga 114 Tk dengan torsi instan 255 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem Shift by Wire (electric shifter). Untuk mendukung pengalaman berkendara, XForce Hybrid menyediakan tujuh pilihan mode berkendara.
Dua mode tambahan yang disematkan adalah EV Mode untuk berkendara menggunakan tenaga listrik murni dan Charge Mode untuk mengisi daya baterai saat kendaraan berjalan. Keduanya melengkapi lima mode sebelumnya, yaitu Normal, Wet, Gravel, Mud, dan Tarmac.
Sementara itu, Toyota Yaris Cross Hybrid menggunakan mesin bensin 1.500 cc empat silinder.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga 90 Tk pada 5.500 rpm dengan torsi maksimum 121 Nm pada rentang 4.000–4.800 rpm.
Mesin tersebut dikombinasikan dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga 80 Tk dan torsi instan 141,2 Nm. Sistem hybrid ini menghasilkan tenaga gabungan 82 kW atau sekitar 111 Tk yang disalurkan melalui transmisi CVT ke roda depan.
Fitur Keselamatan: Diamond Sense vs Toyota Safety Sense
Persaingan semakin menarik pada sektor keselamatan aktif.
Mitsubishi XForce Hybrid dibekali teknologi keselamatan terintegrasi Diamond Sense. Sistem tersebut mencakup berbagai fitur seperti Forward Collision Mitigation (FCM), Adaptive Cruise Control (ACC), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Automatic High Beam (AHB), Leading Car Departure Notification (LCDN), hingga Multi Around Monitor.
Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi fitur pemantau tekanan ban atau Tire Pressure Monitoring System (TPMS).
Toyota Yaris Cross Hybrid menawarkan teknologi keselamatan Toyota Safety Sense (TSS) serta konektivitas T Intouch.
Paket keselamatan tersebut mencakup enam airbag, sistem pengereman ABS, EBD, BA, Electric Parking Brake (EPB) dengan Auto Brake Hold, Parking Sensor, Emergency Stop Signal (ESS), Hill Start Assist (HSA), Vehicle Stability Control (VSC), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Blind Spot Monitor (BSM), hingga Panoramic View Monitor dengan pandangan 360 derajat.
Kesimpulan
Kehadiran Mitsubishi XForce Hybrid memberikan pilihan baru yang kompetitif di segmen SUV ramah lingkungan.
Dengan dimensi bodi lebih besar, kabin premium dengan sistem audio Yamaha delapan speaker, teknologi keselamatan Diamond Sense, serta tujuh pilihan mode berkendara, XForce Hybrid memiliki daya tarik kuat untuk bersaing.
Namun, Toyota Yaris Cross Hybrid tetap memiliki keunggulan melalui efisiensi sistem hybrid, penggunaan baterai Lithium-Ion, kemudahan akses bagasi dengan kick sensor, serta reputasi Toyota Safety Sense yang sudah dikenal luas.
Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing, sehingga pilihan akhir akan bergantung pada kebutuhan konsumen, apakah lebih mengutamakan performa dan fitur lengkap atau efisiensi serta kepraktisan berkendara.[]