Satgas TMMD Kodim 0102/Pidie Kebut Rehabilitasi Rumah Warga

PIDIE – Progres pembangunan sasaran fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0102/Pidie terus menunjukkan hasil yang nyata. Salah satu fokus utama adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Mulya, warga Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. Hingga Kamis (23/7/2026), kondisi hunian tersebut kini telah mengalami perubahan drastis dan tampak berdiri kokoh.
Setelah berhasil merampungkan pemasangan kerangka bangunan serta atap, personel Satgas TMMD kini beralih ke tahapan pemasangan batu bata untuk dinding rumah. Proses ini menjadi langkah krusial sebelum memasuki tahap plester dinding, pemasangan lantai, hingga sentuhan akhir (finishing), guna memastikan rumah tersebut benar-benar aman dan layak huni.
Kepala tukang Satgas TMMD, Serma Andi, mengungkapkan bahwa dedikasi personel di lapangan sangat tinggi untuk memastikan hunian ini segera rampung sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan di lapangan, tim tetap menjaga ritme kerja agar kualitas bangunan tidak terabaikan.
“Kami terus mengoptimalkan pengerjaan setiap hari. Harapan kami, semoga cuaca mendukung dan ketersediaan material tetap lancar, sehingga progres pembangunan dapat berjalan mulus tanpa hambatan berarti hingga rumah ini siap ditempati oleh pemiliknya,” ujar Serma Andi di sela-sela pengerjaan.
Program TMMD Ke-129 ini bukan sekadar membangun fisik bangunan semata, melainkan wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat pedesaan. Dengan hadirnya rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman, diharapkan kualitas hidup Ibu Mulya beserta keluarganya akan meningkat secara signifikan.
Rehabilitasi RTLH merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kodim 0102/Pidie untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat yang kurang mampu. Sinergi antara TNI dan warga setempat dalam setiap proses pembangunan ini sekaligus menjadi simbol kemanunggalan yang kuat, membuktikan bahwa keberadaan TNI senantiasa hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan hak atas hunian yang sehat dan layak.[]