Kemenhut dan YKAN Kerja Sama Kelola Hutan Berkelanjutan

SEANTERONEWS.com – Kementerian Kehutanan bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) baru untuk memperkuat tata kelola kehutanan lestari di Indonesia. Kemitraan strategis ini mengedepankan pendekatan ilmiah serta pelibatan berbagai elemen masyarakat demi menopang pencapaian target iklim nasional, termasuk program FOLU Net Sink 2030.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, menyampaikan bahwa tantangan dalam sektor kehutanan saat ini kian kompleks. Oleh sebab itu, penyelesaiannya memerlukan kerja bersama yang melibatkan instansi pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Isu kehutanan masa kini memerlukan kontribusi aktif dari berbagai pihak. Kolaborasi ini dirancang agar pembangunan sektor kehutanan berjalan lebih optimal,” kata Mahfudz dalam keterangan resminya, Selasa (9/6/2026).
Kerja sama terbaru ini merupakan kelanjutan sekaligus pengembangan dari kemitraan yang telah dirintis sebelumnya oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) bersama YKAN pada rentang tahun 2021–2026. Sebelumnya, fokus utama kemitraan berada pada wilayah konservasi serta upaya perlindungan keanekaragaman hayati.
Fokus Program dan Inisiatif Bentala Kalimantan
Pada komitmen baru ini, ruang lingkup kerja sama diperluas ke beberapa poin strategis, antara lain:
Penguatan Kebijakan Perlindungan: Perumusan kebijakan berbasis riset ilmiah guna mengoptimalkan kawasan preservasi dan sistem penyangga kehidupan.
Penyediaan Kajian Ilmiah: Pemanfaatan data ilmiah bersama sebagai landasan akurat dalam pengambilan keputusan.
Inisiatif Multi-Usaha Kehutanan: Pengujian model Multi-Usaha Kehutanan (MUK) berbasis lanskap pada kawasan hutan produksi.
Salah satu program percontohan prioritas akan diimplementasikan di wilayah Kalimantan Timur lewat payung gerakan “Bentala Kalimantan”. Melalui program tersebut, YKAN akan membagikan jejaring kerja serta pola praktik terbaik yang dikumpulkan dari tingkat tapak untuk menyokong program pemerintah nasional.
Komitmen Kemitraan Berbasis Sains
Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto, menyatakan kesiapan lembaga yang dipimpinnya untuk terus mendampingi program prioritas Kementerian Kehutanan. Menurutnya, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan data yang valid adalah solusi utama dalam menghadapi dinamika pengelolaan hutan ke depan.
“Tantangan tata kelola hutan hanya bisa dipecahkan melalui kolaborasi sains yang matang. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melestarikan fungsi hutan, memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat adat setempat, sekaligus membantu pemerintah mewujudkan target iklim nasional,” pungkas Herlina.[]