Peringati Hari Dialog Peradaban, MUI Serukan Perdamaian

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

SEANTERONEWS.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) bersiap menyelenggarakan peringatan International Day for Dialogue among Civilizations pada Rabu (10/6/2026).

Langkah diplomasi kebudayaan ini diinisiasi khusus sebagai langkah responsif dalam memperkokoh kerukunan, toleransi, dan kemitraan antarperadaban di tengah eskalasi konflik geopolitik global yang kian memprihatinkan.

Bekerja sama erat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), forum internasional strategis ini akan dipusatkan di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Agenda ini dirancang sebagai jawaban konkret atas tersumbatnya saluran komunikasi diplomatik antarnegara yang berisiko memicu perang meluas.

Soroti Kemunduran Kemanusiaan dan Hukum Internasional

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, memaparkan keprihatinan mendalam MUI terhadap realitas agresi militer yang tak berkesudahan di panggung global, terlebih dengan keterlibatan kekuatan adidaya dunia di kawasan Timur Tengah.

“Eskalasi konflik global ini kian diperparah oleh peperangan serta agresi yang dilancarkan poros Amerika Serikat-Israel terhadap Iran,” tutur Sudarnoto, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, krisis kemanusiaan yang mendera wilayah Gaza dan Palestina saat ini merupakan potret kelam hancurnya nilai-nilai kemanusiaan, kedaulatan wilayah, serta peradaban dunia.

Prahara tersebut dipandang sebagai bukti nyata dari buntunya jalur komunikasi diplomatik, melemahnya fungsi kontrol lembaga multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta hilangnya supremasi hukum internasional dalam mengadili kejahatan perang.

Aktivasi Resolusi PBB dan Lima Misi Strategis

Untuk meredam ketegangan tersebut, forum internasional ini bertujuan menggaungkan kembali nilai penting Resolusi Majelis Umum PBB bulan Juni 2024 (A/Res/78/286) yang menetapkan tanggal 10 Juni sebagai hari internasional untuk mendorong perdamaian melalui keterbukaan peradaban.

Mengusung tema utama “Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia”, forum kolaboratif ini memikul lima misi utama:

  1. Memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional sebagai bukti komitmen aktif terhadap perdamaian dunia.

  2. Memperkuat kontribusi nyata Indonesia dalam meredam konflik global sesuai mandat konstitusi UUD 1945.

  3. Mempererat tali silaturahmi dan pemahaman antara tokoh lintas agama domestik dengan perwakilan diplomatik negara-negara sahabat.

  4. Merumuskan dokumen pesan perdamaian bersama untuk menghadapi kekacauan global.

  5. Menunjukkan peran aktif Indonesia dalam menyebarkan pemahaman moderasi beragama (wasathiyyah Islam) di kancah internasional.

“Indonesia berada pada momentum emas untuk memperkuat kolaborasi strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil demi memperjuangkan cita-cita perdamaian dunia, sekaligus membebaskan peradaban dari penindasan kekuatan imperialistik,” tegas Sudarnoto.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Puluhan Duta Besar

Forum internasional ini dijadwalkan akan dihadiri oleh deretan tokoh penting nasional, di antaranya Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, cendekiawan Muslim Prof. M. Din Syamsuddin, serta Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR/DPD RI Ahmad Doli Kurniawan.

Turut dijadwalkan hadir pula Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, serta HM Hidayat Nurwahid. Selain dihadiri tokoh-tokoh kunci dalam negeri, sekitar 35 Duta Besar dari berbagai negara sahabat juga telah mengonfirmasi kehadiran mereka untuk merumuskan misi perdamaian dari Jakarta untuk dunia.[]