Iran Tegaskan Masih Simpan Kartu Rahasia Militer

SEANTERONEWS.com – Pemerintah Iran menyatakan masih memegang kendali atas sejumlah opsi militer strategis yang belum pernah diperlihatkan kepada publik. Langkah taktis ini disiapkan guna merespons dinamika ketegangan yang terus berlanjut dengan Amerika Serikat serta Israel.
Pernyataan tersebut dikemukakan langsung oleh Wakil Inspektur Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi. Tanggapan ini sekaligus membantah analisis para pejabat Washington dan laporan sejumlah media Barat yang mengeklaim bahwa sistem pertahanan serta kesiapan tempur Teheran kini tengah berada dalam fase penurunan.
Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi menegaskan bahwa negaranya memiliki kesiapan penuh dengan berbagai opsi skenario jika konfrontasi fisik di wilayah tersebut semakin meruncing. Menurutnya, spekulasi luar mengenai pelemahan militer domestik adalah penilaian yang keliru.
“Kami telah menegaskan berulang kali bahwa Teheran belum membuka seluruh kartu kemenangan kami. Masih banyak opsi strategis lain yang siap kami luncurkan kapan saja apabila situasi menuntut demikian,” ujar Asadi dalam keterangan resminya yang dikutip pada Rabu (3/6/2026).
Di tengah berbagai tekanan eksternal, Asadi memastikan bahwa operasional dan produktivitas industri pertahanan dalam negeri Iran tetap berjalan secara aman dan optimal. Ia mengungkapkan bahwa seluruh infrastruktur manufaktur militer dan penyokong kebutuhan logistik Angkatan Bersenjata berada di lokasi-lokasi tersembunyi yang tidak terjangkau oleh radar maupun intelijen lawan.
Kerahasiaan letak geografis fasilitas vital tersebut menjadi salah satu elemen proteksi utama yang menjamin keberlangsungan suplai pertahanan Iran dalam jangka panjang.
Kendati memiliki kapabilitas pertahanan yang mumpuni, jenderal bintang satu tersebut memandang bahwa kekuatan terbesar negaranya bukan bertumpu pada kepemilikan senjata pemusnah massal. Baginya, soliditas dan komitmen masyarakat merupakan pertahanan terbaik.
“Segenap unsur Angkatan Bersenjata kami tidak membutuhkan senjata nuklir. Bom atom sesungguhnya bagi bangsa ini adalah keteguhan hati rakyat yang terus bersatu dalam menghadapi tekanan eksternal,” tutur Asadi.
Menyinggung kembali retorika masa lalu dari pihak Washington yang sempat mengancam akan menghancurkan peradaban negaranya, Asadi menekankan bahwa tekad masyarakat Iran tidak akan goyah. Ia menegaskan kedaulatan bangsa adalah harga mati yang akan terus dipertahankan dengan segala keterbatasan yang ada daripada harus tunduk pada intervensi asing.
Mengakhiri keterangannya, pihak militer Iran memberikan peringatan kepada Amerika Serikat, Israel, beserta para sekutu regional mereka agar tidak meremehkan kalkulasi kesiapan tempur pertahanan Teheran.
Asadi menegaskan bahwa militer domestik tidak memiliki hambatan psikologis maupun operasional dalam menghadapi potensi konflik terbuka. Bahkan, dirinya menyatakan kesiapan penuh tersebut tetap berlaku meskipun aliansi pertahanan internasional seperti NATO memutuskan untuk terlibat langsung di medan laga.