Cinta Beracun di Surabaya: Kisah Lisa yang Tega Menyekap Ayah Kekasihnya Demi Harta Rp2 Miliar

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

SEANTERONEWS.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya berhasil membongkar drama kriminal yang menimpa seorang kakek lanjut usia asal Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa dalang utama di balik aksi penyekapan ini adalah Lisa Andriana, yang tidak lain merupakan kekasih dari putra kandung korban sendiri.

Dalam perkembangan penyelidikan terbaru, polisi mengonfirmasi penangkapan terhadap dua orang pria yang bertindak sebagai eksekutor penculikan di lapangan. Kedua pelaku tambahan tersebut masing-masing berinisial AJS (31) dan UMTS (38), yang diamankan petugas di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menjelaskan bahwa kedua eksekutor ini terbukti membantu melancarkan skenario pidana yang dirancang oleh Lisa bersama asistennya yang bernama Naily.

Modus Utang Palsu dan Penyekapan Lintas Kota

Peristiwa kelam ini bermula saat tersangka Lisa menjalin hubungan asmara dengan anak korban, Agus Pranoto, sejak tahun 2025. Karena hubungan yang dirasa sudah sangat dekat dengan internal keluarga, Lisa bahkan sempat diajak tinggal bersama di kediaman orang tua Agus.

Namun pada Oktober 2025, Lisa menyusun rencana jahat dengan menjebak korban untuk bertemu di suatu tempat. Di lokasi pertemuan tersebut, korban langsung diculik oleh dua eksekutor sewaan. Untuk mengelabui korban, para pelaku berdalih bahwa penyekapan tersebut terpaksa dilakukan karena anak kandung korban memiliki utang besar yang belum dilunasi.

Selama hampir satu tahun lamanya, kakek sepuh tersebut disembunyikan secara berpindah-pindah guna menghindari kejaran petugas. Korban sempat dikurung di sebuah hotel di Semarang, lalu dipindahkan ke rumah kontrakan di Cepu, hingga akhirnya ditempatkan di sebuah unit apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya.

Selama masa penahanan ilegal tersebut, korban dikunci dari luar tanpa diberikan alat komunikasi ataupun kebebasan beraktivitas. Korban hanya difasilitasi sebuah televisi dan dijaga ketat oleh Naily yang bertugas mengantarkan makanan sehari-hari.

Kebohongan Terselubung dan Pengurasan Tabungan

Aksi keji ini sempat tertutupi dengan rapi lantaran Lisa berulang kali membohongi Agus Pranoto dengan dalih bahwa sang ayah tengah menikmati liburan panjang keliling Indonesia bersama orang tua Lisa. Di balik kebohongan tersebut, Lisa secara bertahap menguras tabungan korban hingga mencapai Rp2 miliar untuk membiayai gaya hidup mewahnya.

Kecurigaan pihak keluarga baru memuncak setelah hampir satu tahun korban tidak kunjung pulang. Ditambah lagi, Lisa mendadak hilang kontak dan mengganti nomor ponselnya secara sepihak pada Februari 2026.

Setelah menerima laporan resmi dari pihak keluarga, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membebaskan korban dari sebuah apartemen di Surabaya pada pertengahan April 2026.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, membeberkan fakta bahwa korban sama sekali tidak menyadari kekasih anaknya adalah otak dari seluruh kejahatan ini. Hal ini dikarenakan Lisa berpura-pura ikut disekap di kamar yang berbeda dalam apartemen yang sama untuk menutupi kedoknya.