Remaja Pidie Terseret Arus di Pantai Pulau Kapuk Lhoknga

ACEH BESAR – Musibah kecelakaan air menimpa seorang anak berusia 13 tahun bernama Razi Fahreza. Remaja yang tercatat sebagai warga Desa Dayah Caleu, Sigli, Kabupaten Pidie tersebut dilaporkan hilang akibat terseret arus laut saat sedang berenang di kawasan Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Minggu sore (31/5/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, mengonfirmasi kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan pertama mengenai adanya korban tenggelam dari salah seorang pengunjung yang berada di lokasi wisata sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut penjelasan Al Hussain, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.55 WIB. Saat itu, korban tengah menikmati liburan bersama anggota keluarganya di pantai tersebut.
Ketika sedang mandi di laut, korban diduga kuat terperangkap arus bawah laut yang deras hingga akhirnya hanyut dan hilang dari jangkauan pengawasan pihak keluarga.
“Segera setelah kami menerima laporan mengenai adanya seorang anak yang hanyut terbawa arus di Pantai Pulau Kapuk, Tim Penyelamat (Rescue) dari Basarnas Banda Aceh langsung kami instruksikan menuju lokasi kejadian guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” terang Al Hussain dalam keterangan tertulisnya.
Pengerahan Alat dan Armada SAR ke Lhoknga
Guna memaksimalkan operasi penyelamatan di wilayah perairan tersebut, tim SAR mengerahkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alut) dan perlengkapan evakuasi darurat.
Beberapa sarana yang diterjunkan ke lokasi antara lain: 1 unit mobil penyelamat (Rescue Car Double Cabin), 1 unit perahu karet (Landing Craft Rubber / LCR), satu set peralatan SAR air khusus, peralatan komunikasi lapangan dan tas medis tanggap darurat (responder bag).
“Seluruh potensi SAR yang tergabung dalam operasi ini akan berupaya melakukan pencarian secara intensif demi menemukan posisi korban secepat mungkin,” tutur Al Hussain.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat gabungan terus bersiaga dan melakukan penyisiran secara mendalam, baik di sepanjang garis pantai maupun di wilayah perairan di sekitar titik koordinat hilangnya korban. Warga sekitar dan pengunjung diimbau untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca dan pergerakan arus laut saat beraktivitas di pantai.[]