Harga Referensi CPO Mei 2026 Melonjak, Tarif Ekspor Ikut Terkerek

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan Harga Referensi (HR) untuk komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) periode Mei 2026 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kebijakan ini berdampak langsung pada penyesuaian tarif bea keluar (BK) dan pungutan ekspor (PE) produk sawit nasional.
Berdasarkan data terbaru, HR CPO untuk periode 1–31 Mei 2026 ditetapkan sebesar 1.049,58 dolar AS per metrik ton (MT). Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 59,95 dolar AS atau sekitar 6,06 persen dari level April 2026 yang tercatat sebesar 989,63 dolar AS per MT.
Penyesuaian Bea Keluar dan Pungutan Ekspor
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan bahwa merujuk pada regulasi yang berlaku, kenaikan HR ini memicu penetapan tarif ekspor yang lebih tinggi.
“Untuk periode Mei 2026, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar 178 dolar AS per MT dan PE CPO sebesar 12,5 persen dari HR CPO, yakni senilai 131,1978 dolar AS per MT,” ujar Tommy kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).
Penetapan tersebut mengacu pada sejumlah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru, di antaranya PMK Nomor 68 Tahun 2025 untuk sektor BK serta PMK Nomor 9 Tahun 2026 terkait pungutan ekspor.
Faktor Pemicu Kenaikan Harga
Kenaikan HR CPO pada bulan ini didorong oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, antara lain:
Permintaan Pasar: Terjadi peningkatan permintaan di tengah penurunan produksi akibat periode libur Idulfitri.
Geopolitik Global: Kenaikan harga minyak mentah dunia sebagai imbas dari tensi geopolitik di Timur Tengah turut memicu penguatan harga sawit.
Metode Perhitungan: Dasar penetapan menggunakan median harga dari Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia sesuai Permendag Nomor 35 Tahun 2025.
Komoditas Lain: Kakao Naik, Produk Kayu Stabil
Selain kelapa sawit, Kemendag juga mencatat tren kenaikan pada komoditas biji kakao. HR biji kakao Mei 2026 dipatok sebesar 3.268,68 dolar AS per MT atau naik 2,45 persen, dengan Harga Patokan Ekspor (HPE) yang turut terkerek naik ke angka 2.963 dolar AS per MT. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar akan kekurangan suplai di tengah permintaan yang terus meningkat.
Sementara itu, pemerintah memastikan Harga Patokan Ekspor untuk komoditas lainnya, seperti produk kulit, kayu, dan getah pinus, tidak mengalami perubahan atau tetap stabil untuk periode Mei 2026.