Pasar PC Global Tumbuh di Q1 2026: Apakah Ini Sinyal Kebangkitan?

Pasar komputer pribadi (PC) global mencatatkan pertumbuhan pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Berdasarkan data terbaru dari Counterpoint Research, pengiriman PC mencapai 63,3 juta unit, naik 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-over-year).
Namun, para analis memperingatkan agar vendor tidak terburu-buru merayakan hasil ini. Pertumbuhan tersebut diduga kuat dipicu oleh kepanikan konsumen terhadap kelangkaan memori (RAM) global dan kebutuhan penggantian perangkat jelang berakhirnya dukungan Windows 10.
Pertumbuhan Semu atau Berkelanjutan?
David Naranjo, Associate Director di Counterpoint Research, menilai bahwa kenaikan angka penjualan ini lebih mencerminkan fenomena front-loading demand (pembelian yang dimajukan) daripada sinyal pertumbuhan pasar yang berkelanjutan.
“Tekanan dari sisi suplai, khususnya kenaikan harga DRAM dan NAND, akan terus berdampak negatif pada penjualan di sepanjang tahun 2026,” jelas Naranjo. Ia menambahkan bahwa siklus penyegaran perangkat saja tidak akan cukup untuk mengimbangi penurunan yang diperkirakan akan terjadi. Pasar diprediksi baru akan stabil dan kembali ke pertumbuhan moderat pada 2027, didukung oleh kemudahan pasokan memori dan masifnya adopsi PC berbasis AI.
Performa Vendor: Siapa Pemenangnya?
Di tengah tantangan rantai pasok, beberapa vendor menunjukkan performa impresif pada Q1 2026:
Lenovo: Tetap kokoh sebagai pemimpin pasar dengan pangsa 26%. Pengiriman unitnya tumbuh 9% YoY menjadi 16,5 juta unit, mencatatkan kinerja kuartal pertama tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Asus: Menjadi bintang pertumbuhan dengan lonjakan 20% (4,8 juta unit), didorong oleh permintaan konsumen yang kuat terhadap lini notebook.
Apple: Mencatatkan pertumbuhan 11% menjadi 6,7 juta unit, terbantu oleh pengiriman model MacBook terbaru.
HP: Mengalami penurunan sebesar 5% YoY, meski tetap mempertahankan posisinya sebagai vendor terbesar ketiga secara global.
Bayang-bayang Krisis Memori Jangka Panjang
Masalah utama yang menghantui pasar PC saat ini adalah kelangkaan pasokan memori yang tidak kunjung usai. Situasi ini diperkirakan tidak akan membaik dalam waktu dekat. Bahkan, ketua SK Hynix, salah satu pemasok RAM terbesar di dunia, memberikan prediksi pesimis bahwa kelangkaan memori ini berpotensi berlangsung hingga melampaui tahun 2028 dan mungkin masih akan terasa hingga 2030.
Bagi konsumen, kondisi ini menjadi pengingat untuk tetap cermat dalam merencanakan pembelian perangkat komputasi, mengingat volatilitas harga komponen yang diprediksi masih akan berlanjut di tahun-tahun mendatang.