Ditjen Tata Ruang Perkuat Akuntabilitas Lewat Evaluasi Kinerja Triwulan I 2026

JAKARTA – Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar rapat pemantauan dan evaluasi kinerja untuk periode Triwulan I Tahun Anggaran 2026 pada Senin (6/4). Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan seluruh program kerja berjalan sesuai target dan selaras dengan prinsip Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Forum ini menjadi sarana refleksi untuk membedah capaian kinerja sejak Januari hingga Maret 2026. Selain mengidentifikasi kendala teknis, pertemuan ini juga difokuskan pada perumusan langkah tindak lanjut untuk memastikan kesinambungan organisasi hingga akhir tahun anggaran.
Momentum Refleksi bagi Perencanaan Strategis
Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang, Reny Windyawati, menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar rutinitas administratif. Menurutnya, ini adalah momentum untuk memastikan keselarasan antara perencanaan di atas kertas dengan realisasi di lapangan.
“Evaluasi ini menjadi momentum untuk melihat secara menyeluruh capaian kinerja Triwulan I. Kami mengidentifikasi kendala yang ada agar dapat segera ditindaklanjuti secara efektif pada triwulan berikutnya,” ujar Reny.
Ia juga menekankan pentingnya mitigasi risiko serta penyusunan prognosis anggaran sebagai instrumen kunci. Hal ini krusial untuk mengukur kemampuan organisasi dalam menjaga stabilitas pelaksanaan program di tengah dinamika kebutuhan pembangunan tata ruang nasional.
Evaluasi Menyeluruh dan Komitmen Perbaikan
Dalam forum yang dimoderatori oleh Kepala Bagian Program, Keuangan, dan Umum, Sri Damar Agustina, unit kerja eselon II memaparkan progres kinerjanya secara komprehensif. Beberapa poin strategis yang menjadi catatan penting dalam pertemuan tersebut meliputi:
Sinkronisasi Target: Menekan ketimpangan antara realisasi fisik dan penyerapan keuangan.
Pembaruan Data: Kewajiban memperbarui capaian output prioritas secara berkala.
Kualitas Bukti: Peningkatan kualitas eviden (bukti dukung) sebagai syarat akuntabilitas.
Ketepatan Waktu: Mengedepankan disiplin pelaporan kinerja untuk transparansi organisasi.
Membangun Budaya Kerja Berorientasi Hasil
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh elemen organisasi, mulai dari Pejabat Administrator hingga staf teknis ini, mencerminkan komitmen kuat dalam memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil.
Dengan adanya evaluasi berkala ini, Ditjen Tata Ruang optimis dapat menjaga pencapaian target organisasi sepanjang tahun 2026. Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pelaporan kinerja diharapkan dapat mendukung pembangunan tata ruang nasional yang lebih terarah, akuntabel, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.[]