Tawa di Balik Puing Serempah: Cara Relawan Ketol Pulihkan Trauma Anak Korban Longsor

ACEH TENGAH – Duka mendalam masih menyelimuti Desa Serempah, Kecamatan Ketol, pasca bencana banjir dan tanah longsor yang menghantam wilayah tersebut. Namun, di tengah hamparan sisa bencana, suara tawa anak-anak mulai terdengar kembali. Melalui inisiatif bertajuk “Sang Juara di Tengah Kesedihan”, para relawan dari Kecamatan Ketol bergerak melakukan pemulihan psikologis bagi generasi masa depan desa tersebut.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk lomba dan permainan edukatif ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan misi kemanusiaan untuk menyembuhkan luka batin yang tidak tampak.
Bencana kehilangan tempat tinggal dan harta benda sering kali membuat anak-anak mengalami syok hebat. Relawan Ketol memahami bahwa anak-anak membutuhkan media untuk melepaskan beban tersebut.
“Kami berharap lomba ini dapat menjadi sarana untuk Membuka Emosi. Dengan mengajak mereka bermain dan bercerita, kita membantu mereka melepaskan ketakutan dan trauma yang terpendam selama ini,” ungkap salah satu perwakilan Relawan Ketol.
Kehadiran para relawan bertujuan untuk menciptakan Ruang Bahagia. Di tempat ini, anak-anak diberikan kebebasan untuk berekspresi agar tidak terus-menerus larut dalam kesedihan kolektif akibat bencana.
Fokus utama kegiatan adalah mengalihkan perhatian anak-anak dari trauma kehilangan menuju aktivitas yang produktif dan menyenangkan. Ruang ini menjadi oase mental di tengah kerasnya kehidupan di pengungsian.
Bagi para relawan, keberhasilan kegiatan ini tidak diukur dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari seberapa lebar senyum yang tercipta. Filosofi “Memberikan Harapan” menjadi landasan utama.
“Setiap tawa yang kembali terdengar di pengungsian dianggap sebagai langkah awal pemulihan masa depan mereka. Anak-anak harus tahu bahwa harapan itu masih ada.”
Aksi nyata Relawan Ketol di Desa Serempah ini menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kembali jiwa-jiwa yang rapuh, terutama anak-anak. Melalui “Sang Juara di Tengah Kesedihan”, harapan baru untuk masa depan Desa Serempah mulai dirajut kembali.
Mari bersama dukung pemulihan mental saudara kita di Aceh Tengah. Karena setetes tawa mereka adalah pondasi masa depan bangsa.[]