Tragedi Berdarah Gayo Lues: Dokter Puskesmas Tewas Disumpal dan Tangan Terikat Kabel

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BLANGKEJEREN – Suasana menjelang Idulfitri di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, berubah mencekam. Seorang dokter berinisial SH ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di kediamannya, Sabtu (21/3/2026). Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan sang adik terhadap sebuah paket yang tak kunjung berpindah tempat selama beberapa hari.

Norman, adik kandung korban, menceritakan bahwa ia datang ke rumah kakaknya sekitar pukul 09.30 WIB untuk bersilaturahmi. Namun, ia mendapati kejanggalan sejak menginjakkan kaki di halaman; paket yang ia antarkan tiga hari sebelumnya masih tergeletak di posisi yang sama di anak tangga.

Saat memasuki rumah melalui pintu belakang yang sedikit terbuka, Norman merasakan firasat buruk karena suasana rumah yang sunyi senyap. “Saya panggil-panggil kakak, tapi tidak ada jawaban. Saat saya naik ke lantai dua, tercium bau menyengat yang sangat tajam,” ujar Norman dengan nada getir.

Sumber bau tersebut berasal dari kamar utama yang terkunci dari luar, namun anehnya anak kunci masih tergantung di lubangnya. Begitu pintu dibuka, Norman menemukan kakaknya sudah tak bernyawa dalam posisi telentang di atas tempat tidur di bawah tutupan selimut.

Tim Inafis Polres Gayo Lues bersama tenaga medis dari Puskesmas Blangkejeren segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil pemeriksaan awal oleh dr. Witono mengungkap fakta mengerikan yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan sadis.

Pihak kepolisian membeberkan sejumlah temuan di lokasi:

Penyumbatan: Mulut korban ditemukan dalam kondisi disumpal menggunakan kain jilbab hitam.

Pengikatan: Kedua tangan korban terikat ke belakang menggunakan kabel.

Luka Senjata Tajam: Ditemukan bekas luka tusukan atau sayatan benda tajam pada bagian pinggang sebelah kiri.

Berdasarkan kondisi dekomposisi jasad, dokter umum yang bertugas di Puskesmas Uring ini diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 7 hari sebelum ditemukan. Hal ini sinkron dengan keterangan saksi bahwa korban sudah tidak terlihat beraktivitas sejak sepekan terakhir.

Kasatreskrim Polres Gayo Lues, Iptu Muhammad Abidinsyah, menegaskan bahwa pihaknya telah menjadikan kasus ini sebagai prioritas utama. Polisi tengah mendalami segala kemungkinan, termasuk keterlibatan orang dekat atau motif perampokan, mengingat posisi kunci kamar yang berada di luar.

“Kami telah mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP dan memeriksa beberapa saksi kunci. Saat ini fokus kami adalah mengungkap identitas pelaku dan motif di balik kejadian keji ini,” tegas Iptu Abidinsyah dalam keterangan resminya.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang sempat melihat aktivitas mencurigakan atau orang asing di sekitar rumah korban dalam sepekan terakhir untuk segera melapor. Kepergian dr. SH meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan masyarakat Gayo Lues yang mengenalnya sebagai sosok tenaga medis yang berdedikasi.[]