X Luncurkan Fitur Blokir Modifikasi Gambar oleh AI Grok

Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) secara diam-diam meluncurkan fitur keamanan baru yang memungkinkan pengguna mencegah kecerdasan buatan milik perusahaan, Grok, untuk memodifikasi atau mengedit gambar yang mereka unggah. Langkah ini diambil menyusul gelombang kritik tajam terkait penyalahgunaan AI dalam menciptakan konten visual yang tidak pantas.
Fitur ini pertama kali ditemukan oleh pengamat media sosial dan kini telah aktif di aplikasi versi iOS, meskipun pihak X belum merilis pernyataan resmi mengenai peluncurannya.
Merespons Tren Konten Non-Konsensual
Kehadiran tombol “Blokir Modifikasi” ini dipicu oleh tren mengkhawatirkan di mana pengguna meminta Grok untuk mengubah foto orang lain termasuk di bawah umur menjadi gambar seksual atau berpakaian minim tanpa izin. Skandal ini memicu kemarahan global, melibatkan aktivis perlindungan anak, politisi, hingga regulator internasional.
Bahkan, tekanan meningkat setelah dua Senator Amerika Serikat meminta Apple dan Google untuk meninjau keberadaan X di toko aplikasi mereka, mengingat kedua raksasa teknologi tersebut memiliki kebijakan ketat terhadap platform yang membiarkan konten seksual non-konsensual.
Cara Mengaktifkan Fitur Keamanan Baru
Meskipun krusial, fitur ini letaknya cukup tersembunyi di dalam menu pengaturan sebelum unggahan diterbitkan. Berikut langkah-langkahnya:
Pilih gambar yang ingin diunggah, lalu ketuk ikon pensil (edit).
Pilih ikon bendera (flag) untuk masuk ke pengaturan konten.
Aktifkan opsi “Block modifications by Grok”.
Deskripsi fitur tersebut menyatakan bahwa dengan mengaktifkan tombol ini, pengguna dapat “mencegah @Grok melakukan modifikasi terhadap konten tersebut.”
Efektivitas yang Masih Dipertanyakan
Sebelumnya, X mengklaim telah menerapkan langkah teknis untuk mencegah Grok mengedit foto orang asli ke dalam pakaian terbuka. Namun, laporan lapangan menunjukkan bahwa AI tersebut masih sering kali “kebobolan” dan mampu menghasilkan konten yang melanggar kebijakan.
Meski Grok telah menyampaikan permohonan maaf secara otomatis dan X mengancam akan menindak tegas akun yang menyalahgunakan AI untuk konten ilegal, peluncuran tombol blokir ini dianggap sebagai pengakuan implisit bahwa filter internal AI mereka belum sepenuhnya sempurna.
Kehadiran fitur ini diharapkan dapat memberikan kendali lebih besar kepada pengguna atas integritas visual mereka di platform, di tengah perlombaan pengembangan AI generatif yang kian agresif.