Ketua DPD RI Kritik PT Agrinas: Pilih Mobil India di KDMP

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, melontarkan kritik keras terhadap keputusan bisnis PT Agrinas terkait pengadaan armada operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sultan menilai langkah PT Agrinas yang memilih mobil pikap asal India dibandingkan produk dalam negeri merupakan keputusan yang kurang sensitif terhadap kondisi industri otomotif nasional.
Dalam keterangan resminya pada Jumat (27/02/2026), Sultan menegaskan bahwa meskipun prinsip efisiensi bisnis harus dihormati, proyek yang menyandang nama “Merah Putih” seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencerminkan kedaulatan industri lokal.
Desakan Prioritas Produk Dalam Negeri
Sultan menyayangkan kebijakan pengadaan tersebut yang dinilai terburu-buru. Menurutnya, sebagai unit yang ditugaskan membangun KDMP, PT Agrinas memikul tanggung jawab moral untuk mendahulukan kepentingan industri otomotif tanah air.
“Kebijakan pengadaan mobil operasional KDMP yang bersifat mandatory sebaiknya mendahulukan kepentingan industri dan produk dalam negeri,” ujar Sultan. Ia menambahkan bahwa kebijakan yang berpihak pada produk lokal memiliki efek domino yang besar, termasuk potensi penciptaan ribuan lapangan kerja baru.
Menekan Risiko PHK di Sektor Otomotif
Kritik ini muncul di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas sektor manufaktur. Sultan berpendapat bahwa dengan memilih produk lokal, pemerintah dapat membantu mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor otomotif yang kini sedang berjuang menghadapi tantangan global.
Ia meyakini bahwa Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri dalam negeri memiliki kapabilitas untuk menyesuaikan harga dan kualitas agar tetap kompetitif secara bisnis tanpa harus berpaling ke produk impor.
Peluang Pembatalan dan Semangat “Merah Putih”
Mantan Ketua HIPMI Bengkulu ini menekankan bahwa kebijakan PT Agrinas tersebut masih berpeluang untuk dievaluasi atau dibatalkan. Ia menjamin bahwa industri otomotif nasional saat ini sangat mampu memasok kendaraan pikap yang lebih adaptif dengan kebutuhan logistik koperasi desa.
“Kita ingin setiap hal yang terkait dengan Koperasi Merah Putih harus dipastikan benar-benar ‘Merah Putih’. Terutama sarana, produk, hingga jasa yang akan diperjualbelikan di setiap gerai Kopdes,” tutup Sultan dengan tegas.[]