Masjid Al Rahim: Saksi Bisu Jejak Orang Bawean di Vietnam

BANDA ACEH – Di tengah hiruk-pikuk pusat ekonomi Vietnam, Ho Chi Minh City, berdiri kokoh sebuah bangunan yang menjadi jembatan sejarah antara Nusantara dan Indochina. Masjid Al Rahim, yang terletak di Distrik 1, bukan sekadar tempat ibadah biasa; ia adalah saksi bisu dari eksistensi komunitas Muslim asal Pulau Bawean, Jawa Timur, yang telah menetap di Vietnam sejak akhir abad ke-19.
Kehadiran masjid ini membuktikan bahwa jejak diaspora Indonesia telah mencapai daratan Vietnam jauh sebelum era modern, membawa pengaruh budaya dan agama yang tetap terjaga hingga kini.
Asal-Usul Komunitas Bawean di Saigon
Migrasi orang Bawean (atau sering disebut orang Boyan) ke Vietnam diperkirakan terjadi pada masa kolonial Prancis. Sejarah mencatat bahwa banyak warga Bawean yang awalnya merantau ke Singapura dan Malaysia, kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke Saigon (sekarang Ho Chi Minh City) untuk bekerja di berbagai sektor, mulai dari perniagaan hingga menjadi tenaga ahli di pelabuhan.
Ketekunan dan sifat religius yang kuat membuat komunitas ini segera mendirikan pusat komunitas sekaligus tempat ibadah untuk menjaga identitas mereka di tanah rantau.
Masjid Al Rahim: Arsitektur dan Identitas
Didirikan sekitar tahun 1885, Masjid Al Rahim menjadi pusat gravitasi bagi komunitas Muslim Bawean dan Melayu di Vietnam. Secara arsitektur, masjid ini memiliki ciri khas yang membedakannya dengan bangunan sekitarnya:
Sentuhan Melayu-Nusantara: Meskipun telah mengalami beberapa kali renovasi, elemen dekorasi dan tata ruangnya masih menunjukkan pengaruh estetika Asia Tenggara.
Pusat Sosial: Selain salat berjamaah, masjid ini berfungsi sebagai tempat belajar Al-Quran dan balai pertemuan bagi warga keturunan Bawean.
Simbol Harmoni: Di tengah masyarakat Vietnam yang mayoritas beragama Buddha dan mengikuti tradisi leluhur, Masjid Al Rahim berdiri sebagai bukti toleransi beragama yang kuat.
Kondisi Komunitas Bawean Saat Ini
Seiring berjalannya waktu dan dinamika politik di Vietnam terutama setelah Perang Vietnam jumlah komunitas Bawean murni di Ho Chi Minh City mulai berkurang. Banyak yang berpindah ke negara lain atau melakukan asimilasi melalui perkawinan campur dengan warga lokal atau komunitas Muslim Cham.
Meskipun demikian, keturunan mereka tetap bangga dengan identitas “Boyan” mereka. Di dalam kompleks masjid, masih sering terdengar percakapan dalam bahasa Melayu atau sapaan khas Bawean di antara para sesepuh yang masih tersisa.
Destinasi Wisata Religi bagi Wisatawan Indonesia
Bagi wisatawan asal Indonesia, berkunjung ke Masjid Al Rahim adalah sebuah perjalanan emosional. Melihat bendera atau aksen yang mengingatkan pada kampung halaman di tengah negeri orang memberikan rasa persaudaraan yang mendalam. Pengelola masjid pun sangat menyambut hangat tamu dari Indonesia, terutama karena sejarah panjang yang mengikat kedua wilayah tersebut.