Razia Digelar, Pelanggaran Lalu Lintas Masih Marak di Aceh Timur

ACEH TIMUR – Kepolisian Resor Aceh Timur menggelar Operasi Keselamatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Namun, hasil operasi menunjukkan bahwa berbagai pelanggaran lama masih mendominasi aktivitas pengguna jalan di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaan operasi yang berlangsung di sejumlah titik rawan kecelakaan, petugas masih menemukan pengendara yang tidak menggunakan helm, melanggar rambu lalu lintas, hingga berkendara tanpa kelengkapan surat-surat kendaraan.
Kasat Lantas Polres Aceh Timur menyebutkan bahwa pelanggaran terbanyak masih didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi aturan keselamatan.
“Mayoritas pelanggaran masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, terutama tidak memakai helm dan melawan arus,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga menemukan pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, membawa penumpang melebihi kapasitas, serta kendaraan dengan kondisi tidak laik jalan.
Operasi Keselamatan ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat. Polisi memberikan imbauan langsung kepada pengendara agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan.
Menurut pihak kepolisian, rendahnya kesadaran berlalu lintas menjadi salah satu faktor utama tingginya angka kecelakaan di Aceh Timur. Oleh karena itu, operasi ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan, khususnya menjelang periode aktivitas masyarakat yang meningkat.
Sejumlah warga mengakui bahwa masih banyak pengendara yang mengabaikan aturan, terutama di jalan-jalan penghubung antar kecamatan.
“Kadang sudah ada razia, tapi setelah itu kembali lagi melanggar,” kata seorang warga.
Polres Aceh Timur mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar karena adanya operasi.
Operasi Keselamatan ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.[]