USS Abraham Lincoln Siaga Tempur, AS Tambah Jet Tempur ke Timur Tengah

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Ketegangan di wilayah Timur Tengah meningkat tajam setelah Kapal Induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dan gugus tugas pendukungnya diposisikan semakin dekat ke perairan Timur Tengah di tengah potensi konflik dengan Iran. Laporan media internasional menyebut kapal induk tersebut siap melakukan operasi militer terhadap Iran dalam waktu dekat.

Menurut laporan yang dikutip dari The New York Times, gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln diperkirakan siap melakukan operasi dalam waktu 1–2 hari mendatang, di mana pasukan AS juga mengirimkan belasan pesawat tempur tambahan untuk memperkuat kehadiran militer mereka di kawasan tersebut.

Kehadiran kapal induk jenis Nimitz itu di Laut Arab atau Samudra Hindia merupakan bagian dari penguatan militer AS di kawasan yang menjadi tanggung jawab Komando Pusat Angkatan Bersenjata AS (CENTCOM). Gugus tempur tersebut sebelumnya dilaporkan telah memasuki wilayah tanggung jawab CENTCOM dari Samudra Hindia, dengan jet tempur F-35C dan F/A-18E/F sebagai bagian dari kemampuan ofensifnya.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan bahwa armada Angkatan Laut AS bergerak menuju wilayah tersebut “untuk berjaga-jaga”, meski ia belum memberikan jawaban pasti apakah opsi intervensi militer terhadap Iran akan dilaksanakan atau tidak. cnn.co.id

Di sisi lain, beberapa sekutu AS di kawasan seperti Uni Emirat Arab (UEA) menolak memberikan izin bagi penggunaan wilayah mereka untuk aksi militer terhadap Iran. UEA menegaskan akan lebih mendukung pendekatan diplomatik dan dialog dalam menyelesaikan krisis.

Penguatan militer AS ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran setelah aksi protes massal di dalam negeri Republik Islam tersebut. Pengerahan jet-jet tempur tambahan dan sistem pertahanan udara juga dilaporkan dilakukan untuk memperluas kesiapan militer AS dan sekutunya menghadapi potensi balasan dari Tehran.[]