Kapolda Apresiasi Aceh Tenggara Tercepat Turunkan Status Darurat

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

KUTACANE – Kapolda Aceh secara resmi memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara atas keberhasilan luar biasa dalam penanganan pascabencana. Aceh Tenggara tercatat sebagai daerah pertama di jajaran wilayah terdampak yang berhasil menurunkan status darurat bencana menjadi masa transisi pemulihan.

Kecepatan koordinasi dan efektivitas penanganan di lapangan menjadi faktor utama yang membuat kabupaten ini selangkah lebih maju dibandingkan daerah lainnya dalam memulihkan kondisi wilayah.

Dalam kunjungan kerjanya, Kapolda Aceh menekankan bahwa keberhasilan Aceh Tenggara bukan hanya soal administratif, melainkan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, dan pemerintah daerah setempat dinilai sangat solid sehingga dampak bencana dapat diminimalisir dalam waktu singkat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran di Aceh Tenggara. Ini adalah daerah pertama yang mampu menurunkan status daruratnya. Ini menunjukkan manajemen krisis yang berjalan sangat baik,” ujar Kapolda.

Penurunan status dari “Darurat Bencana” menjadi “Transisi Darurat ke Pemulihan” ini memberikan angin segar bagi aktivitas ekonomi warga. Dengan turunnya status tersebut, fokus pemerintah kini beralih pada perbaikan infrastruktur yang rusak serta penyaluran bantuan tahap lanjutan bagi warga terdampak.

Kapolda berharap langkah cepat Aceh Tenggara ini dapat menjadi role model atau percontohan bagi kabupaten/kota lain di Aceh dalam hal kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana alam secara komprehensif.

Selain meninjau progres pemulihan, Kapolda juga memastikan bahwa personel Polri akan tetap disiagakan untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Pengawasan terhadap distribusi bantuan juga terus diperketat guna memastikan seluruh hak masyarakat tersalurkan dengan tepat sasaran tanpa kendala.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi Aceh Tenggara untuk semakin tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan dengan sistem mitigasi yang lebih kuat.[]