Santri 19 Tahun Terbawa Arus Banjir di Pidie Jaya Ditemukan Tewas

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

SEANTERONEWS.com – Upaya pencarian terhadap seorang santri yang dilaporkan hanyut terseret arus banjir akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil menemukan jenazah korban pada Jumat pagi di wilayah Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya.

Korban bernama M. Rais, berusia 19 tahun, asal Gampong Tengoh, Langsa. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah terbawa arus banjir yang melanda daerah tersebut. Pencarian dilakukan secara intensif sejak pagi hari oleh aparat dari Polsek Jangka Buya, Koramil setempat, warga desa, serta sejumlah ustaz dan santri dari Dayah Mudi Samalanga.

Tim pencarian memulai operasi di lokasi awal korban terbawa arus, yakni Gampong Keude Jangka Buya, sejak pukul 07.00 WIB. Setelah penyisiran selama beberapa jam, jenazah korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak Dayah Mudi Samalanga untuk penanganan lebih lanjut. Pihak berwenang menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi.

Kejadian ini menambah deretan korban jiwa akibat dampak banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan di saat musim hujan dan curah hujan tinggi.

Masyarakat setempat dan pihak berwenang diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan area sungai dengan arus deras, guna meminimalkan risiko korban.

Pihak pesantren serta aparat lokal juga diimbau melakukan koordinasi erat dalam mendampingi santri dan keluarga terdampak, serta memetakan lokasi aman untuk evakuasi bila terjadi banjir susulan.

Kejadian tragis ini diharapkan memicu evaluasi bersama terkait mitigasi bencana di daerah rawan, termasuk penataan lingkungan, peringatan dini, serta kesiapsiagaan komunitas.[]