Penasihat Khusus Gus Yahya Dicopot, Siapa Sebenarnya Charles Holland Taylor?

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

SEANTERONEWS.com — Charles Holland Taylor, tokoh internasional yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), resmi dicopot dari jabatannya setelah muncul isu dugaan keterkaitan dengan jaringan zionis internasional. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 yang ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Ahyar.

Pemecatan Taylor menjadi sorotan karena posisinya yang selama ini sangat dekat dengan Gus Yahya, khususnya dalam bidang hubungan internasional. Taylor dikenal luas sebagai figur yang aktif dalam dialog lintas agama dan kontra-ekstremisme. Ia merupakan salah satu pendiri LibForAll Foundation bersama Gus Dur, serta turut menginisiasi lembaga Bayt ar-Rahmah yang berfokus pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan Islam di tingkat global.

Berstatus warga Amerika Serikat, Taylor dibesarkan di berbagai negara seperti Jerman, Iran, dan Korea Selatan. Ia memeluk Islam dan dikenal di lingkungan NU dengan nama “Haji Muhammad Kholil”. Selama bertahun-tahun, ia terlibat dalam penyusunan berbagai dokumen internasional yang menjadi bagian dari diplomasi PBNU.

Namun, mencuatnya dugaan afiliasi dengan jejaring zionisme membuat Syuriyah PBNU mengambil langkah tegas. Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyebut bahwa keputusan diambil untuk menjaga marwah, independensi, dan posisi politik luar negeri PBNU, mengingat isu tersebut sangat sensitif dan dapat berdampak pada hubungan organisasi dengan berbagai pihak internasional.

Sejumlah pengamat menilai bahwa pemecatan Taylor tidak hanya terkait isu eksternal, tetapi juga dinamika internal PBNU yang tengah memanas. Namun, hingga kini PBNU menegaskan bahwa penjelasan resmi dan lengkap akan disampaikan melalui mekanisme organisasi.[]