Analis Palestina: Gaza Alami ‘Genosida Berlanjut’ Berkedok Diplomasi—Dunia Tetap Diam

SEANTERONEWS.com — Sebuah analisis tajam dari seorang pakar kebijakan Palestina mengguncang narasi internasional mengenai ‘gencatan senjata’ yang berlaku di Jalur Gaza. Artikel opini yang dipublikasikan di Al Jazeera, bertajuk “Tidak, Tidak Ada Gencatan Senjata di Gaza,” secara eksplisit menyatakan bahwa kesepakatan yang ada saat ini bukanlah penghentian permusuhan, melainkan hanyalah sebuah “SANDIWARA DIPLOMATIK” yang menjadi tameng bagi apa yang disebut sebagai “GENOSIDA YANG TERUS BERLANJUT” terhadap rakyat Palestina.
Analis tersebut, Yara Hawari, menegaskan bahwa istilah ‘gencatan senjata’ telah disalahgunakan untuk memberikan perlindungan diplomatik kepada rezim Israel, memungkinkan negara-negara ketiga untuk mengklaim kemajuan dalam resolusi konflik, padahal realitas di lapangan jauh dari kata damai.
Sejak pengumuman ‘gencatan senjata’, Israel diklaim telah melanggar kesepakatan tersebut hampir 500 kali dalam 44 hari, menewaskan sedikitnya 342 warga sipil Palestina, termasuk 52 anak-anak hanya dalam satu hari paling mematikan. Pemboman di Gaza tidak pernah berhenti.
Israel dituding secara sengaja membatasi masuknya bantuan, hanya mengizinkan sekitar 150 truk per hari, jauh di bawah janji 600 truk harian. Ironisnya, bahan-bahan penting seperti makanan bergizi, obat-obatan, dan material tempat tinggal dilarang masuk, memperburuk kondisi kelaparan massal.
Analisis ini menyoroti bahwa Israel terus mengabaikan langkah-langkah provisional yang ditetapkan oleh ICJ pada Januari 2024, termasuk perintah untuk mencegah tindakan genosida dan memfasilitasi akses penuh bantuan kemanusiaan.
Resolusi Dewan Keamanan PBB terbaru (Resolusi 2803) dikritik keras karena memberikan “perlindungan diplomatik tak tertandingi” kepada Israel dan Amerika Serikat, yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan justru menyerahkan kontrol Gaza kepada kekuatan asing.
Gencatan senjata yang ada hanyalah ilusi—sebuah pengalih perhatian bagi media dan masyarakat internasional, sementara tujuan inti pemusnahan, penggusuran, dan penghapusan rakyat Palestina di Gaza terus dijalankan tanpa terhambat. Analis mendesak dunia untuk bangun dan tidak tertipu oleh narasi palsu ini.