Lupakan Louis van Gaal, Akira Nishino Calon Kuat Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

JAKARTA – Kursi pelatih tim nasional Indonesia kembali kosong. Setelah kerja sama dengan Patrick Kluivert resmi berakhir, nama pelatih baru mulai memasuki radar. Di antara kandidat yang muncul, pelatih asal Jepang, Akira Nishino, dianggap sebagai calon terkuat menggantikan Kluivert.

Kerja sama antara PSSI dan Kluivert telah berakhir sejak Kamis, 16 Oktober 2025, menyusul kegagalan Timnas Indonesia melaju ke putaran berikutnya dalam kualifikasi zona Asia menuju Piala Dunia 2026. Kluivert, yang menjabat sejak Januari 2025 menggantikan pelatih sebelumnya, hanya bertahan sekitar sembilan bulan. Kegagalan ini diperparah dengan dua kekalahan berturut-turut: 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak. Salah satu hasil paling memalukan yang menjadi sorotan publik adalah kekalahan telak 0-6 dari Jepang.

Pengamat sepak bola menilai bahwa PSSI tampaknya mengarahkan langkah ke pelatih dari Asia Timur. Menurut mereka, masalah Timnas Indonesia bukan semata soal hasil kalah-menang, melainkan kualitas permainan yang harus ditingkatkan. Pendekatan pelatih Asia yang dikenal disiplin dan fokus pada penguasaan bola dinilai lebih cocok dengan karakter pemain Indonesia yang cepat dan teknikal.

Akira Nishino sendiri bukan nama asing di sepak bola Asia. Ia pernah membawa Jepang melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 serta menangani tim nasional Thailand pada 2019–2021. Pengalamannya menghadapi tim-tim Asia Tenggara membuatnya dinilai memahami dinamika dan karakter sepak bola di kawasan ini.

Jika resmi ditunjuk, Nishino diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia kembali ke jalur positif dan membangun fondasi permainan yang solid untuk jangka panjang. Tantangan besarnya adalah membenahi mental bertanding serta konsistensi performa skuad Garuda yang kerap naik turun dalam turnamen besar. Banyak pihak menilai, kombinasi antara pengalaman internasional Nishino dan semangat muda para pemain bisa menjadi formula baru bagi kebangkitan sepak bola Indonesia.