Museum Louvre Paris Ditutup Usai Pencurian Perhiasan Kerajaan dalam Aksi Dramatis

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

SEANTERONEWS.com – Sebuah aksi pencurian besar mengguncang dunia seni dan budaya setelah Musée du Louvre di Paris ditutup sementara akibat perhiasan “tak ternilai” dari koleksi mahkota dan perhiasan kerajaan Prancis berhasil digasak sekelompok pencuri profesional.

Kejadian berlangsung pada pagi hari ketika museum mulai menerima pengunjung. Sekelompok pelaku—diperkirakan tiga hingga empat orang—masuk melalui jendela yang dibobol dari sisi sungai Seine menggunakan alat pemotong dan lift barang. Mereka kemudian menghancurkan kaca display di Galeri Apollon, salah satu ruang pameran paling prestisius, dan membawa kabur sejumlah perhiasan bersejarah milik Napoleon serta Permaisuri Eugénie.

Meskipun rincian barang yang dicuri belum sepenuhnya diumumkan, pemerintah Prancis memastikan bahwa nilai sejarah dan budaya dari benda-benda tersebut sangat besar dan tak ternilai. Louvre langsung dikosongkan dan ditutup untuk umum demi penyelidikan dan peningkatan keamanan.

Insiden ini menimbulkan sorotan serius terhadap sistem keamanan museum, terutama karena Louvre merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler di dunia yang menyimpan ribuan artefak penting. Diduga, kondisi renovasi yang tengah berlangsung dimanfaatkan para pelaku untuk melancarkan aksinya.

Warga Paris dan wisatawan internasional diingatkan untuk tetap waspada saat mengunjungi situs bersejarah besar. Kejadian ini juga membuka diskusi tentang pentingnya memperkuat sistem pengamanan museum tanpa mengurangi akses publik terhadap warisan budaya dunia.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada kasus pencurian besar sebelumnya—termasuk hilangnya lukisan Mona Lisa pada tahun 1911—yang menunjukkan bahwa bahkan institusi budaya paling terkenal di dunia pun tak luput dari kejahatan tingkat tinggi.[]