Mualem Tegaskan Aceh Tolak Pemotongan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat

SEANTERONEWS.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), tegas menolak kebijakan Pemerintah Pusat yang akan memotong dana transfer ke daerah (TKD). Ia mengatakan langkah pemotongan itu akan berimbas jelek terhadap kestabilan ekonomi di Aceh dan mengancam kelangsungan program-program yang dianggap penting pemerintah provinsi.
Mualem mengatakan dana transfer daerah kepunyaan Aceh tahun 2025 sudah mengalami pemangkasan sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa daerah lain dikabarkan bahkan mengalami pemotongan hingga 30–35 persen. Menurutnya, pemotongan besar-besaran tidak sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan dan memperkuat otonomi daerah sesuai Undang-Undang Pemerintahan Daerah.
Mualem juga memperingatkan bahwa pemotongan anggaran akan langsung memukul pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan program kesejahteraan masyarakat. Mualem berharap agar Pemerintah Pusat mempertimbangkan kembali kebijakan ini dengan memperhatikan kondisi riil di daerah.
Gubernur Aceh juga menegaskan pemerintah daerah untuk menjaga tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien. Ia menyatakan siap membuka dialog terbuka dengan pemerintah pusat dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh agar kebijakan yang diambil tidak menghambat pembangunan dan pelayanan masyarakat.[]