Israel Diduga Bayar Influencer Hingga Rp4 Miliar

SEANTERONEWS.com – Laporan terbaru mengungkap dugaan bahwa Pemerintah Israel membayar sejumlah influencer internasional hingga $7.000 (sekitar Rp112 juta) per unggahan di media sosial guna membela tindakan militernya di Gaza, yang banyak pihak sebut sebagai bentuk genosida terhadap warga sipil Palestina.
Beberapa influencer dilaporkan membuat antara 25 hingga 30 unggahan per bulan, yang berarti mereka dapat menerima bayaran hingga $250.000 atau sekitar Rp4 miliar setiap bulan hanya untuk menyebarkan narasi yang mendukung Israel. Praktik ini menimbulkan kemarahan publik dan tudingan bahwa Israel tengah menggelar operasi propaganda digital berskala besar.
Menurut sejumlah analis media, langkah ini merupakan bagian dari kampanye informasi terkoordinasi untuk mengubah opini publik global terkait konflik di Gaza. Influencer yang menerima bayaran disebut diarahkan untuk memposting konten yang menggambarkan tindakan Israel sebagai “pertahanan diri”, sambil menutupi dampak kemanusiaan yang besar di wilayah tersebut.
Banyak pihak menilai langkah ini sebagai bentuk manipulasi opini publik dan pelanggaran etika, mengingat ribuan warga sipil Palestina menjadi korban dalam agresi militer yang berlangsung selama berbulan-bulan. Lembaga kemanusiaan internasional pun menyerukan transparansi dan menuntut agar perusahaan media sosial menindak tegas akun-akun yang diduga terlibat dalam kampanye berbayar tersebut.
Beberapa influencer yang diketahui ikut serta dikritik keras oleh warganet, terutama karena dianggap membungkam narasi korban dan mempromosikan konten yang menyesatkan. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel, bukti pembayaran dan pola unggahan yang seragam di berbagai platform memperkuat dugaan adanya koordinasi di balik layar.
Fenomena ini semakin menunjukkan bagaimana perang informasi kini menjadi bagian penting dari konflik modern, di mana narasi digital dapat membentuk persepsi global sama kuatnya dengan kekuatan senjata di medan perang.[]