Lebih dari 22.000 Turis Terdaftar untuk Tinggalkan Israel, Menurut NYT

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Tel Aviv, Israel – 20 Juni 2025 — Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah mendorong gelombang besar wisatawan untuk meninggalkan Israel. Menurut laporan terbaru dari The New York Times (NYT), lebih dari 22.000 turis telah mendaftarkan diri untuk evakuasi dari negara tersebut.

Situasi keamanan yang tidak menentu dan meningkatnya kekhawatiran akan konflik regional menjadi alasan utama turis-turis asing, terutama dari Eropa dan Amerika Utara, memilih untuk segera keluar dari Israel. Pemerintah berbagai negara juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan dan menyediakan jalur evakuasi bagi warganya.

“Jumlah turis yang berusaha meninggalkan Israel meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir,” tulis NYT dalam laporannya. Banyak dari mereka yang mencari jalur aman melalui bandara internasional Ben Gurion di Tel Aviv maupun melalui perbatasan darat ke negara-negara tetangga seperti Yordania dan Mesir.

Otoritas Israel mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pemerintah asing untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan terorganisir. Maskapai penerbangan juga menambah jadwal penerbangan darurat guna menampung permintaan tinggi dari para pelancong yang ingin keluar dari wilayah konflik.

Dampak Terhadap Pariwisata Israel

Keputusan ribuan turis untuk meninggalkan Israel diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi negara. Hotel, agen perjalanan, dan sektor layanan lainnya mulai mengalami pembatalan besar-besaran.

Pakar industri memperkirakan pemulihan pariwisata akan memerlukan waktu, terutama jika ketegangan keamanan terus berlanjut. Namun demikian, pemerintah Israel menyatakan berkomitmen untuk menjaga keselamatan penduduk dan wisatawan, serta menstabilkan kondisi secepat mungkin.

Kesimpulan

Dengan lebih dari 22.000 turis telah mendaftar untuk meninggalkan Israel, situasi ini menjadi indikator kuat bahwa keamanan regional menjadi perhatian utama masyarakat global. Pemerintah dan lembaga internasional kini fokus pada evakuasi, perlindungan warga, serta pemulihan stabilitas di kawasan.